50 Hektar Lahan Padi Milik Romanus Mbaraka Mulai Dipanen

50 Hektar Lahan Padi Milik Romanus Mbaraka Mulai Dipanen

Harvester combine sedang memanen gabah milik mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka | LKF

Metro Merauke – Mantan Bupati Merauke periode 2011-2016, Romanus Mbaraka menghabiskan waktunya dengan berkebun. Dari tahun ke tahun, lahan dibuka untuk areal persawahan padi.

Dalam tahun ini, kurang lebih 50 hektar lahan sawah dibuka di Kampung Sarsang, Distrik Semangga. Hasilnya sangat menggembirakan. Karena hampir seluruhnya berhasil baik dan mulai dilakukan panen perdana Senin (7/5).

Sebelum panen dilakukan, didahului misa singkat yang dipimpin Pastor Silvester Tokio, Pr. Itu sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan anugerah-NYA, sehingga panen berjalan dengan baik dan lancar menggunakan harvester combine, alat pemotong sekaligus penampung gabah.

Kepada Metro Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, luasan lahan yang dibuka untuk tanam padi sekitar 50 hektar.  “Puji Tuhan, hasil panen tahun ini, lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap dia.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka di areal persawahannya | LKF

Untuk satu hektar, demikian Romanus, diperkirakan sekitar 4 ton gabah didapatkan. Karena dapat dilihat dari rumpun maupun bulir yang ada di setiap tangkai.

Dikatakan, sampai panen, usia padi sekitar 4 bulan. Dimana cukup matang. Lalu, saat  kegiatan panen juga, tanahnya kering dan tidak basah. “Saya perkirakan padi yang gugur saat panen dengan harvester combine sekitar 0,5 persen,” ungkapnya.

Khusus ancaman serangan hama, lanjut Romanus, Puji Tuhan tak ada. Karena  didesain teknis baik dari pengairan maupun hutan cadangan yang disediakan.

Lebih lanjut dikatakan, khusus kepada anak-anak Papua yang memiliki uang serta kemampuan, lebih baik dimanfaatkan untuk hari tua.  Tanah ini sangat luas dan potensial. Tinggal saja dikelola dan dikembangkan.

“Kalau bicara petani, bukan kayanya. Tetapi kita bicara bahwa asap dapur tak akan pernah berhenti. Lalu, uang juga ada terus, meskipun sedikit,” katanya.

Setiap kali panen, lanjut Romanus, pasti ada uang diperoleh. “Ini pengalaman pribadi saya mengola areal pesawahan setiap tahun,” katanya.

Romanus mengaku, setelah tak menjabat Bupati Merauke lagi, ia lebih enjoy di kebun. Karena selain ada padi, juga tanaman lain seperti pisang-kelapa dan beberapa jenis buah-buahan.

Ditambahkan, nantinya gabah yang ada setelah dikeringkan, digiling dan dijual ke sejumlah tempat, termasuk Bulog. “Saya mempunyai beberapa outlet seperti di Boven Digoel maupun Mappi,” tuturnya.

Pernah juga, katanya, beras miliknya sudah dijual sampai ke Papua Nugini (PNG). Hanya saja, terhenti sementara lantaran transportasi.

Salah seorang rohaniawan Katolik, Pastor Silvester Tokio, Pr saat dimintai komentarnya meminta agar pejabat Papua lain meniru apa yang dilakukan Romanus Mbaraka.

“Apa yang dilakukan Pak Romanus Mbaraka sangat positif dan harus ditiru orang Papua terutama pejabatnya,” pinta Pastor Silvester.

Ditambahkan, meskipun tak menjabat bupati lagi, namun Romanus Mbaraka masih ‘mandi lumpur.’ Bahkan  ketika menjabat bupati juga, tetap sebagai petani. (LKF)

Advertisement