Kirim ABG Kerja di Karaoke, Dua Perempuan Ditahan

Kirim ABG Kerja di Karaoke, Dua Perempuan Ditahan

Ilustrasi | Google

Metro Merauke – Setelah Ika Dewi Ratnasari (44) ditahan, pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota kembali meringkus pelaku lainnya, Novi, 22. Ika dan Novi dituding melanggar tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi anak.

Keduanya ditangkap karena bertanggung jawab karena mengirim WN, 16 tahun bekerja di tempat hiburan malam di Kabupaten Nabire, Papua. “Hasil gelar perkara, kasusnya ditingkatkan ke penyidikan. Dan keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih, Rabu (2/5).

Jarius menambahkan, penetapan kedua tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan sejak Senin (30/4). Dan hasilnya, penyidik menduga keduanya terlibat pelanggaran tindak pidana. Pelaku menyalurkan korban bekerja sebagai pelayan di karaoke dan spa di Kabupaten Nabire, Papua.

“Tersangka mendapatkan imbalan Rp 2 juta, karena berhasil mendapatkan orang yang bersedia kerja di tempat karaoke,” katanya. Pemberian imbalan itu kata Jarius dilakukan secara transfer sebelum korban diantarkan ke Bandara Soekarno-Hatta menuju Papua pada Februari 2018 lalu.

Sampai saat ini korban masih berada di Papua. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulangkan korban dari Papua,” ujarnya.

Jarius menceritakan, kasus itu bermula ketika WN yang juga kawan Novi berkeinginan untuk bekerja. Karena itu, Novi memperkenalkan WN kepada Ika yang tinggal di daerah Duren Jaya, Bekasi Timur.

Dari sana, WN diiming-imingi kerja enak di Papua dengan penghasilan besar. “Korban di Papua dipekerjakan sebagai pemandu lagi,” katanya. Kini Ika dan Novi mendekam di sel tahanan polisi.

Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Perdagangan Orang dan Eksploitasi Anak, dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancamannya hukuman penjara 15 tahun. Adapun barang bukti disita berupa telepon selular, buku tabungan, dan kartu ATM. (dny/jpg)

Sumber: Radartegal

Advertisement