PT Nutfa tak Pernah Sosialisasi Kepada Masyarakat Delapan Marga

PT Nutfa tak Pernah Sosialisasi Kepada Masyarakat Delapan Marga

Masyarakat pemilik ulayat tanah di Distrik Kaptel saat di Kantor DPRD Merauke – LKF

Metro Merauke – Sejak tahun 2011, PT Nutfa melakukan aktivitas pembukaan lahan untuk hutan tanaman industri. Namun sayangnya, ketika perusahan tersebut masuk, tak pernah melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan masyarakat delapan marga sebagai pemilik ulayat di Distrik Kaptel.

Salah seorang pemilik ulayat, Lukas Samkakai kepada Metro Merauke Selasa (1/5) mengatakan, masyarakat setempat kaget tatkala perusahan mulai beraktivitas membuka lahan.

“Saat itu, kami sempat melancarkan aksi protes dan pihak perusahan melakukan pertemuan bersama masyarakat delapan marga. Lalu disepakati pembayaran uang tali asih senilai Rp 300 juta, namun baru direalisasikan Rp 20 juta,” katanya.

Dia mengaku, masyarakat tak menerima pembayaran dilakukan secara bertahap. Mestinya perusahan membayar sekaligus. “Kalau begini terus, kami tak akan tinggal diam,” tegasnya.

Dikatakan, jika perusahan tak mampu membayar uang tali asih sesuai kesepakatan, lebih baik menghentikan semua aktivitas yang sedang berjalan. “Itu solusi paling tepat. Dari pada pembukaan lahan terus dilanjutkan, sementara uang tali asih, tak kunjung diselesaikan pihak perusahan,” ujarnya. (LKF)

Advertisement