Ini Penjelasan Steven Abraham Soal PAW Kadernya di DPRD Merauke

Ini Penjelasan Steven Abraham Soal PAW Kadernya di DPRD Merauke

Ketua DPC Partai Gerindra Cabang Merauke, Steven Abraham

Metro Merauke – Ketua DPC Gerindra Merauke, Papua Steven Abraham menanggapi persoalan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kadernya untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke.

Dirinya menolak bila dianggap sengaja memperlambat proses PAW terhadap kadernya untuk menggantikan Alm Kanisia Mekiuw di DPRD Merauke yang telah berpulang sejak 2016 lalu.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu DPC Partai Gerindra telah mengajukan usulan PAW secara berjenjang, ke DPD Provinsi Papua dan dilanjutkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), namun hingga kini pihaknya belum menerima jawaban.

“Dari partai sudah ajukan surat PAW ke DPP dan DPD, tapi sampai satu tahun lebih hingga sekarang belum juga ada jawaban. Dan kewenangan saya sampai disini,” akunya kepada wartawan, kemarin.

Steven Abraham menambahkan, partai tidak memiliki pos anggaran tersendiri untuk membiayai kebutuhan pengurusan PAW sampai tingkat pusat. “Kita harus bolak balik ke pusat untuk mempertanyakan kejelasan dan jawaban PAW, tapi partai juga tidak memiliki dana lebih,” katanya.

Diakuinya, polemik PAW di tubuh Partai Gerindra bukan hanya terjadi di DPC Merauke, melainkan hal serupa juga dialami di tingkat DPD yang merasa sulit untuk pemPAW-kan kadernya.

“Dari awal saya terbuka, kalau mau silahkan ke pusat untuk melihat kembali sejauh mana upaya dari DPC Gerindra.”

Terkait adanya desakan dari Pemuda Marind agar DPC Gerindra mempercepat proses PAW, ia menilai permasalahan tersebut menjadi urusan internal partai. “Mereka mau aksi boleh saja, tapi ini masalah internal partai dan bukan saya mau menutup-nutupi, “tukasnya.

Dijelaskannya, secara kepartaian kader Partai Gerindra yang diusulkan untuk menggantikan Alm Kanisia Mekiuw adalah Vincentius Mekiuw. Ia merupakan kader Partai Gerindra dengan suara terbanyak ke dua di daerah pemilihan (dapil) dua pada Pileg 2014 lalu. (Nuryani)

 

Advertisement