Dua Unit Kapal untuk Orang Marind Disembunyikan, Hengky Ndiken Berang

Dua Unit Kapal untuk Orang Marind Disembunyikan, Hengky Ndiken Berang

Sejumlah tokoh masyarakat Marind-Buti | LKF

Metro Merauke – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken mengungkapkan kekecewaannya, setelah dua unit kapal yang harusnya diterima masyarakat Marind Buti dan Payum, disembunyikan di sekitar Pelabuhan Angkatan Laut.

Kepada sejumlah wartawan di Kantor DPRD Merauke Senin (30/4), Hengky menegaskan, ada bantuan 12 unit kapal oleh pemerintah pusat untuk Kabupaten Merauke. Dari jumlah tersebut, sepuluh lain telah diserahkan. Hanya tersisa dua yang disembunyikan. Padahal itu jelas untuk orang Marind di Buti maupun Payum.

“Saya sudah melihat kedua kapal yang disembunyikan itu. Kondisi badan kapal masih baik, hanya beberapa peralatan di dalam telah dirusak,” ujarnya.

Dikatakan, dari pertemuan dengan masyarakat dua kampung itu, didapatkan informasi jika mereka hanya diberikan bantuan jaring. Alasan tak mendapatkan kapal, karena sumber daya manusia belum dipersiapkan.

“Siapa tidak marah mendengar pernyataan demikian. Lalu, apa tugas dan tanggungjawab Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke,” tanya dia.

Hengky mengaku telah melakukan komunikasi bersama Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung meminta dilakukan penyelidikan. Hanya sampai sekarang, belum ada tindaklanjutnya.

“Sampai kapanpun, saya tak akan tinggal diam. Ini menyangkut hak orang asli Papua yang nota bene  pemilik tanah di Kota Merauke dan sekitar,” tegasnya. (LKF)

Advertisement