Bejat, Ayah Rekam Adegan Pemerkosaan terhadap Putrinya Sendiri

Bejat, Ayah Rekam Adegan Pemerkosaan terhadap Putrinya Sendiri

Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur | Google

Metro Merauke – Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak kandung menggegerkan warga di Merauke, Papua. Pria beinisial KU yang bekerja sehari-hari sebagai buruh lepas itu telah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih duduk dibangku kelas IV Sekolah Dasar di Kota Merauke.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung melalui Kasat Reskrim, AKP Muchsit Sefian membenarkan adanya kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.

“Pelaku sudah kita ringkus dan setelah menjalani pemeriksaan kasusnya sudah diserahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut,” terangnya kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, kasus ini terungkap dari video yang disimpan oleh KU di handphone miliknya. Ternyata perbuatan bejat KU terhadap bunga dilakukan di ruang dapur rumahnya, Jalan Raya Mandala, Gang H.Jalis Merauke.

“Pelaku mengaku melakukan perbuatannya sebanyak tiga kali, sejak anaknya kelas 2 SD. Terakhir dilakukan pada 11 April 2018, sekira pukul 20:00 WIT. Pelaku mengancam korban supaya tidak mengadu kepada siapapun,” katanya.

Kasus ini sendiri terkuak ketika keponakannya membuka HP milik KU dan menemukan galeri video tak senonoh tersebut.

“Saat itu keponakan pelaku mau bermain game di dalam HP. Tepat saat membuka galeri, ia melihat ada video mesum yang dilakukan KU terhadap Bunga anaknya. Lalu kejadian tersebut dilaporkannya kepada ibu korban,” ucap Kasat Reskrim.

Ia menjelaskan setelah menerima laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan mengamankan pelaku di TKP. Kepada penyidik KU mengakui perbuatannya.

“Saat itu korban tengah tidur sendiri di rumah sedangkan ibunya masih berjualan gorengan. Pelaku langsung menarik tangan korban dan dibawa ke dapur, ironisnya lagi sang ayah justru merekam aksi bejatnya itu dengan menggunakan HP.”

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum. KU diancam dengan Pasal 81 ayat 3 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 15-20 tahun penjara. (Nuryani)

Advertisement