Kementerian PUPR Bangun Enam Reservoir di Asmat

Kementerian PUPR Bangun Enam Reservoir di Asmat

Pembangunan Reservoir di Kampung Kaye, Asmat, Papua | Humas Pemkab Asmat/Eman

Metro Merauke – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun enam unit penampungan air bersih (reservoir) di di Distrik Agats dan Fayit, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, pada 2018.

“Tahun ini dibangun enam dulu. Lima unit di Agats dan satu di Fayit. Kalau di Agats itu di Kampung Kaye, rumah sakit dan Kampung Yepem. Untuk tahun depan, rencananya tiga unit lagi, itu di Atsy dan Pantai Kasuari,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Asmat Hendrawan, di Asmat, Kamis.

Ia mengatakan dana proyek bak penampungan air bersih itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara 9APBN) dan dikerjakan oleh PT Nindia Karya. Fisik reservoir yang dibangun serupa dengan yang dibangun oleh Pemkab Asmat.

“Untuk nilai anggarannya kami tidak tahu. Kami sebatas koordinasi. Bentuknya hampir sama dengan yang dibangun pemda. Jadi pilot project-nya yang kita bangun. Mereka mengikuti itu dengan beberapa inovasi supaya lebih bagus,” katanya. Pemkab Asmat telah membangun satu unit reservoir pada 2016 menggunakan dana otonomi khusus sekitar Rp4,9 miliar.

Bak air tersebut berada di Kampung Kaye, dan cukup membantu masyarakat. “Bisa mem-backup kebutuhan masyarakat selama 50 hari. Kalau 1-2 minggu saja tidak turun hujan, masyarakat Agats sulit mendapatkan air minum. Sumber air minum kita dari Kampung Kaye dan air hujan,” katanya.

Selain reservoir, pemerintah setempat juga membangun sistem penyediaan air minum dengan sumber air dari Kampung Yepem. Hanya saja SPAM itu belum dapat dioperasikan secara maksimal, karena banyak pipa yang bocor.

“Kita hanya alirkan ke beberapa tempat umum yang dirasa perlu, strategis. Contohnya di rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah,” katanya.

Menurut dia, ketika distribusi air dari SPAM mengalami kendala, masyarakat Agats bergantung pada reservoir yang ada di Kampung Kaye. Air baku dari reservoir tersebut hanya dialirkan ke hidran umum.

“Kalau kita alirkan melalui pipa, takutnya cepat habis karena cenderung digunakan untuk air mandi. Sementara itu dikhususkan untuk air minum. Kita harap yang dibangun pemerintah pusat cepat selesai, sehingga itu membantu kebutuhan air minum di Agats,” kata Hendrawan. (Eman)

Sumber: Antara

Advertisement