Ribuan Umat Katolik Hadiri Misa Pentahbisan Tiga Diakon Jadi Imam

Ribuan Umat Katolik Hadiri Misa Pentahbisan Tiga Diakon Jadi Imam

Pentahbisan tiga imam baru di Gereja St. Yoseph Bambu Pemali. Tampak tiga imam sedang tiarap mengikuti prosesi pentahbisan | LKF

Metro Merauke – Ribuan Umat Katolik Katolik menghadiri misa pentahbisan tiga diakon menjadi  imam baru di Gereja St. Yakobus Bambu Pemali.

Ketiga  diakon yang diimam itu yakni Pastor  Samuel Yanem, MSC  putra kelahiran MIndiptanah, Kabupaten Boven Digoel. Maximilian Boas Pegan, Pr putra asal Kabupaten Lembata yang lahir dan besar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) serta Fransiskus Dionisius Luan, Pr putra kelahiran Kabupaten  Timor Tengah Utama (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka ditahbiskan oleh Uskup Agung Merauke, NIkolaus Adi Seputra, MSC. Sebelum pentahbisan misa pentahbisan dilakukan, didahului dengan prosesi perarakan dari  dua titik.

Titik pertama oleh Pastor Samuel Yanem, MSC  dan titik berikutnya Pastor Maximilian Boas Pegan, Pr dan Pastor Fransiskus Dionisius Luan, Pr. Mereka didampingi orangtua serta keluarga dengan mengenakan atribut adat masing-masing.

Setelah tiba bersama di depan pintu masuk SD Bampel, mereka diserahkan ke gereja. Namun sebelumnya dilakukan ritual adat terlebih dahulu.

Selanjutnya, ketiga imam itu, mengganti pakaian adat yang dikenakan. Lalu memakai jubah, sekaligus bersama Uskup dan puluhan pastor, masuk ke area Gereja Bampel untuk dilakukan  misa dan beberapa  tahapan lain  hingga penthabisan.

Sebelum dilakukan pentahbisan, ketiga imam diberikan kesempatan maju ke depan altar, sekaligus mengambil posisi tiarap sambil dilakukan litany para kudus. Sedangkan semua umat diminta berlutut.

“Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa yang Maha Kuasa semoa Ia berkenan melimpahkan anugerah-anugerah ilahi-NYA kepada para hamba-NYA ini yang telah dipilih menjadi imam,” kata Uskup.

Setelah tiarap, ketiga imam bangun dan satu persatu menuju ke Uskup. Lalu, dilakukan penumpangan tangan di atas kepala imam.  Selain oleh Uskup, diikuti puluhan imam lain.

Penumpangan tangan  bermakna sebagai  lambang pencurahan Roh Kudus yang menahbiskan para calon menjadi imam sekaligus masuk dalam kolegialitas para imam.

Setelah itu, doa tahbisan oleh Uskup. Selanjutnya, pengenaan stola imam serta penyerahan kasula untuk dipakaikan orangtua kepada imam baru.

Lalu dilakukan pengurapan satu persatu kepada tiga imam oleh uskup. “Melalui kuasa Roh Kudus, Allah Bapa telah mengurapi Tuhan Yesus Kristus. Semoga DIA mendampingi engkau demi kesucian umat-NYA dan demi kemuliaan Nama-NYA,” kata Uksup. (LKF)

Advertisement