Pemasangan Listrik di Bandara Mopah, Budi Djatmiko: Menunggu Anggaran dari Pusat

Pemasangan Listrik di Bandara Mopah, Budi Djatmiko: Menunggu Anggaran dari Pusat

Bandar Udara Mopah, Kabupaten Merauke | Dok

Metro Merauke – Penyelesaian pembangunan terminal penumpang untuk kedatangan dan keberangkatan di Bandara Mopah yang memiliki luas kurang lebih 7.204 meter persegi sejauh ini belum dapat difungsikan lantaran masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat.

Kepala Bandara Mopah, Budi Djatmiko mengatakan, terminal penumpang yang baru tersisa pemasangan instalasi listrik yang diketahui membutuhkan pasokan listrik cukup besar.

Pihaknya sendiri sudah menyurat ke PLN Area Merauke untuk dapat mengalokasikan kebutuhan penerangan di bandara tersebut.

“Kebutuhan listrik mencapai 650 KVA. PLN sudah menyanggupi, namun kita masih menunggu dana dari pusat. Total anggaran yang dibutuhkan saya tidak ingat persisnya,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, secara fisik pembangunan gedung telah rampung dan tinggal menunggu instalasi kelistrikan saja. Diakuinya, kebutuhan listrik mencapai 650 KVA memang cukup besar.

“Memang kebutuhan listrik untuk bandara besar, ada menggunakan 2 lif, 2 eskalator dan pendingin ruangan dengan kapasitas besar. Demi kenyamanan penumpang berbagai fasilitas sesuai standar dan pendukung lainnya perlu disediakan,” tukasnya.

Budi berharap pemerintah pusat dapat segera meresponi permasalahan tersebut. Dengan kondisi yang ada, pihak Bandara Mopah mengaku, untuk target pengoperasian gedung baru masih bergantung dari pemerintah pusat. (Nuryani)

Advertisement

1 komentar

  1. Listrik aja susah k ? menyurat ke menteri perhubungan kalau memang tidak di anggarkan,
    ale baru listrik 650 KVA bilang besar ? hotel2 dan mall aja lebih dari itu,gmn tu ? belum beli beck up gensetnya ?
    saya sedih si,pembangunan bandara mopah hanya 40% dari master plannnya, harusnya langsung bangun sesuai masterplan,
    susah kadang di ujung negeri itu di anak tirikan dari pemerintah jadi, harusnya lebih besar dari bandara sentani,
    karena merauke bisa jadi bandara transit seperti bandara singapura,sebelum pesawat dari china,jepang atau philipina sebelum nyampe ke Australia pasti lah transit di merauke untuk mengisi bahan bakar.
    tapi boro2 transit,bandara aja cuma dibangun setengah2,coba bandingkan pembangunannya dgn bandara kertajati,sangat tidak adil.
    tapi ya bgtu sudah ,di ujung slalu di anak tirikan.
    pemerintah tidak tau k? Merauke bisa jadi batamnya indonesia di bagian timur .
    tapi ya pemerintah semoga mendengar ini.

    balas