PSI Merauke Gelar Seleksi Bakal Calon Legislatif

PSI Merauke Gelar Seleksi Bakal Calon Legislatif

Pembukaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Legislatif Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Merauke, Papua, Jumat (13/4)

Metro Merauke – Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Merauke, Papua, menggelar seleksi bakal calon legislatif tahun 2018. Empat puluh enam bakal calon dari lima Daerah Pemilihan (Dapil) di Merauke mengikuti tes dengan seleksi ketat.

“Ini adalah metode PSI untuk menemukan calon wakil rakyat yang benar-benar baik. Bukan pandai atau pintar, namun yang sejatinya dapat mengakomodir kepentingan rakyat,” kata Jerry Omona, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI Merauke, Selasa (17/4).

Dikatakannya, bakal caleg disaring oleh tim juri independen yang terdiri dari dua orang akademisi, seorang aktivis perempuan, serta perwakilan dari DPD PSI bukan berstatus caleg. Mereka adalah, Damianus Katayu, S.IP, MA, Hendrikus Lembang, DEA, Helda Richalda Ambai, MED, L.M dan Freddy Wenben. “Kita berharap, setelah proses ini, didapat calon wakil anggota dewan mumpuni. Untuk mencari terbaik, memang sulit, tapi dengan model ini, setidaknya bisa mewakili apa yang diharapkan publik bagi seorang legislator,” ujarnya.

Jerry menambahkan, seleksi dilaksanakan empat hari. Dua hari pertama yaitu tatap muka dan wawancara, serta dua hari kedua, penyampaian atau presentase visi bacaleg. Uji kompetensi akan berakhir pada 19 April 2018 mendatang. Tahap selanjutnya, evaluasi sosialisasi yakni kegiatan turun lapangan bagi para bacaleg. Puluhan caleg tersebut akan mengumpulkan dukungan dengan angka minimal 250 KTP atau 250 list daftar tandatangan masyarakat.

“Deadlinenya hingga akhir April. Bagi yang gugur atau tidak berkesempatan dicalonkan, dapat tetap bersama membesarkan partai, tidak akan ada yang dikecewakan,” ujarnya.

Para peserta seleksi berasal dari berbagai lapisan dan profesi. Ada pengusaha swasta, pengajar ditingkat universitas, mahasiswa sampai dengan politisi handal Merauke. “Namun ada juga yang ditolak, yaitu mereka yang diduga pernah punya keterlibatan dalam kasus korupsi. Untuk bagian ini, tidak ada tawar menawar,” sambungnya.

Menurut Jerry, koruptor tak layak menjadi wakil rakyat. Diluar dari sisi Hak Asasi Manusia, dan regulasi yang mengatur seseorang berhak untuk dipilih, koruptor yang merusak negeri mestinya tak boleh diberi kesempatan untuk menjadi penyambung lidah rakyat. “Masih ada banyak orang baik yang bisa dipilih. Jika mantan koruptor diberi kesempatan lagi, maka negeri ini tidak akan berkembang, semuanya akan dikorup. Ujung-ujungnya menyengsarakan masyarakat,” tukasnya.

Ia berharap caleg PSI jauh dari sifat korup. Caleg PSI mesti pula bersih dari pengaruh buruk jaring-jaring koruptor di Merauke. “Korupsi di Papua bukan cerita baru, di Merauke, hal ini juga terjadi. Kita mesti memberantas itu, bukan terjebak didalamnya,” tutup lulusan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Indonesia Manado, Sulut itu. (Nuryani)

Advertisement