Damri Ancam Karyawan Lakukan Pungli

Damri Ancam Karyawan Lakukan Pungli

Ilustrasi Pungutan liar (Pungli) | Tempo

Metro Merauke – Stasiun Perum Damri Merauke, Papua siap menindak tegas kepada karyawan jika melakukan pungutan liar (Pungli) tarif angkutan bus damri.

Kepala Stasiun Perum Damri Merauke, M Situmorang memastikan, jajarannya telah mengatahui aturan larangan menaikan tarif resmi sesuai ketentuan. “Termasuk sanksinya bila ada yang ‘nakal’ menaikan tarif,” katanya kepada wartawan, Jumat (6/4).

Situmorang menjelaskan, ada beberapa larangan keras yang dikeluarkan perusahaan, dilarang menaikkan tarif yang telah ditentukan.

Berdasarkan SK Dinas Perhubungan mengenai tarif, untuk trayek Merauke – Erambu tarif yang berlaku Rp 50.000, Merauke – Jagebob Rp60.000, Merauke – Kurik Pasar Rp30.000, Merauke Kurik 5 Rp 50.000 dan Merauke – Muting Rp 100.000.

“Memang Damri milik pemerintah, tapi bukan berarti gratis. Tarif yang diterapkan dibawah dari bus swasta.”

Untuk memastikan damri bebas pungli, pihaknya terus melakukan pengawasan di lapangaan. Seluruh jajarannya maupun petugas lapangan diminta mengutamakan pelayanan terbaik untuk penumpang.

“Untuk meminimalisir pungli kita akan buatkan stiker tarif yang akan dipasang disetiap kendaraan sehingga jika penumpang dipungut biaya di jalanan diluar ketentuan dapat diadukan,” tandasnya. (Nuryani)

 

Advertisement