LPMAP: Segera Usut Terbengkalainya Proyek Mes DPR Papua

LPMAP: Segera Usut Terbengkalainya Proyek Mes DPR Papua

Kondisi Mes DPR Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura, Selasa, 20 Maret 2018

Metro Merauke – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (LPMAP), Stevanus Siep mendesak DPR Papua dan aparat penegak hukum segera mengusut pembangunan mes DPR Papua yang terbengkali sejak beberapa tahun lalu.

Ia mengatakan, proyek mes DPR Papua di Jalan Percetakan, Kota Jayapura mulai dikerjakan sejak 2007. Namun sekira 2013-2014 lalu, pengerjaannya dihentikan hingga kini. Ini menandakan ada masalah.

Menurutnya, mes DPR Papua berlantai empat itu, sudah menghabiskan dana APBD Provinsi Papua hingga puluhan miliar. Hal ini perlu dicermati semua pihak terkait.

“Mes ini dibangun menggunakan APBD yang selama ini sering disebut uang rakyat,” katanya kepada Metro Merauke, Selasa (20/03)

Lantaran mes itu dibangun menggunakan uang rakyat, tidak salah jika pihaknya mempertanyakannya kelanjutannya prose pembangunan.

“Apakah masalah mes ini sudah dilaporkan ke penegak hukum. Jangan dibiarkan,” ujarnya.

Selama ini lanjut Siep, media selalu menyoroti pembangunan mes DPR Papua. Namun pihak yang terlibat dalam proyek ini tidak ditelusuri. LPMAP tidak akan berhenti bicara hingga ada kejelasan masalah pembangunan mes DPR Papua.

Sekretaris LPMAP, Darius Wetauwa sependapat dengan Stevanus Siep. Katanya, informasi yang didapat pihaknya selama ini, diduga ada oknum anggota DPR Papua periode sebelumnya terlibat dalam pembangunan mes.

Oknum ini menurutnya, bahkan pernah menjabat sebagai salah satu unsur pimpinan DPR Papua. Pihaknya mempertanyakan sejauh mana lembaga DPR Papua mengusut masalah ini.

“DPR Papua jangan tinggal diam. Ini aset negara, aset daerah. Paling tidak ada langkah yang diambil DPR Papua,” kata Darius Wetauwa.

Mes DPR Papua bukan baru kali ini disoroti. Beberapa tahun lalu, sejumlah pihak termasuk sejumlah anggota DPR Papua periode 2009-2014 berkali-kali menyuarakan masalah mes.

Pembangunan mes ini sudah dianggarkan sejak 2006, nominal Rp6,7 miliar. Pada tahun anggaran 2007-2009 tak dianggarkan. Tahun Anggaran 2010 kembali dianggarkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp2 miliar, dan tahun anggaran 2011 senilai Rp2,2 miliar.

Pada tahun anggaran 2012, anggaran pembangunan mes senilai Rp 13,85 miliar. Namun karena volume pekerjaan tak sesuai target, anggaran dikembalikan ke kas daerah. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement