Wacana Pergantian Nama Jembatan Holtekam Diprotes

Wacana Pergantian Nama Jembatan Holtekam Diprotes

Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua | Viva/Raden JIhad Akbar

Metro Merauke – Wacana Pemerintah Kota Jayapura, Papua mengganti nama jembatan Holtekam yang menghubungkan Distrik Jayapura Selatan dengan Distrik Muara Tami, Kota Jayapura menjadi jembatan Soekarnopura diprotes berbagai pihak.

Salah satu pihak yang tidak sependapat yakni Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (LPMAP), Darius Wetauwa.

Ia mempertanyakan alasan wacana pergantian nama jembatan Holtekam menjadi Soekarnopura, dan apakah sudah tak ada nama lain lagi selain nama itu.

“Sejak Orde Lama, Orde Baru, hingga kini zaman reformasi nama sungai, gunung, dan jalan di Papua banyak menggunakan nama dari luar Papua,” kata Wetauwa kepada Metro Merauke, Sabtu (17/03).

Kata Wetauwa, jika ingin mengganti nama jembatan itu mestinya dipilih nama yang berkaitan dengan Port Numbay (sebutan lain Kota Jayapura) atau wilayah adat Tabi, tempat jembatan itu kini sedang dibangun.

“Misalnya nama tokoh atau leluhur orang Port Numbay. Kenapa bukan jembatan Port Numbay saja atau Tabi. Ini perlu agar masyarakat Port Numbay merasa memiliki,” ujarnya.

Pihaknya menolak pergantian nama jembatan menjadi Soekarnopura, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat asli Port Numbay. Majelis Rakyat Papua (MRP), Pemprov Papua dan kabupaten (kota) di Papua lanjut dia, harus memproteksi hal-hal seperti ini. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement