Baleg DPR Papua Tolak Raperda “Siluman”

Baleg DPR Papua Tolak Raperda “Siluman”

Ketua Baleg DPR Papua, Ignasius W Mimin

Metro Merauke – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Papua, Ignasius W Mimin menyatakan, pihaknya tidak akan mengakomodir usulan rancangan peraturan daerah (raperda), “siluman”, apakah perdasi atau perdasus jika ada yang mengajukannya untuk dibahas oleh pihaknya.

Raperda “siluman” yang dimaksud ketua Fraksi Golkar DPR Papua itu, yang tidak dilengkapi kajian ilmiah, kajian akademik dan hal lain sebagai syarat raperda.

“Tidak boleh main dorong raperda untuk disahkan tanpa naskah akademik. Seakan dipaksakan. Ini tidak bisa. Ketika draf raperda masuk ke kami, harus ada naskah akademiknya. Ada kajian ilmiahnya,” kata Mimin akhir pekan lalu.

Menurutnya, kalaupun ada pihak yang mengajukan raperda dengan dilengkapi naskah akademik, juga bukan jaminan dapat langsung diterima dan didorong Baleg DPR Papua untuk disahkan.

Baleg DPR Papua akan membahasnya terlebih dahulu bersama mitra dan berbagai pihak terkait. Tujuannya, untuk mengetahui apakah raperda itu sudah memenuhi syarat, ataukah ada hal dalam raperda yang perlu direvisi.

“Ketika rapat kerja beberapa hari lalu, kami Baleg DPR Papua memutuskan membentuk dua tim,” ujarnya.

Kata Mimin, tim pertama diketuai Stefanus Kaisiepo bertugas menginventarisir semua perdasi (perdasus) sejak Otsus Papua diberlakukan, 2001 lalu, baik yang diberlakukan maupun tidak diterapkan, untuk selanjutnya dievaluasi.

“Ini agenda triwulan pertama kami.  Sejak 19 Maret 2018 tim ini sudah mulai bekerja dan awal April semua sudah harus rampung,” ucapnya.

Tim kedua yang diketuai Nason Uti lanjut Mimin, akan mengindentifikasi dan mengevaluasi setiap raperda yang diajukan ke Baleg DPR Papua. Baik itu inisiatif dewan, eksekutif, LSM, masyarakat atau kelompok masyarakat.

“Tim ini akan mengkaji setiap usulan raperda. Apakah sudah ada kajian ilmiah dan akademiknya. Kalau sudah, akan dibawa ke tahapan pembahasan dengan membentuk kelompok kerja (pokja). Akan dilihat mana yang urgen, itu akan diutamakan,” katanya. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement