Dinkes Papua: Kabupaten Yalimo KLB Demam Berdarah Dengue

Dinkes Papua: Kabupaten Yalimo KLB Demam Berdarah Dengue

Nyamuk demam berdarah | Foto: AP

Metro Merauke – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue di Kabupaten Yalimo. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum mengemukakan DBD di Yalimo dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Yalimo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Yalimo pada Senin (12/3) dan Selasa (13/3), masing-masing dua kasus.

“Hingga kini ada empat kasus, dari empat kasus itu satu orang dinyatakan positif DBD dan satu orang suspect/dicurigai demam berdarah didapat dari RSUD Wamena karena dua orang pasien ini di rujuk rumah sakit Wamena,” kata dia di Jayapura, Sabtu (17/3).

Selain itu, dua pasien lainnya juga curigai DBD. Mereka sementara ini dirawat di Puskesmas Perawatan Elelim, Yalimo. Aaron mengatakan kasus DBD dinyatakan KLB karena baru pertama kali terjadi di Elelim, Kabupaten Yalimo.

Dinkes Papua sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Yalimo terkait dengan penanganan kasus itu. Lantaran baru pertama kali kasus DBD di Yalimo, mereka tidak mempunyai alat dan bahan seperti penyemprotan, larvasida, atau obat yang ditaruh di air seperti abate.

Selain itu, Dinkes Yalimo juga belum berpengalaman dalam melakukan survei jentik-jentik nyamuk dan melakukan penyemprotan atau “fogging.” Dinkes Papua di bawah pimpinan Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Papua Yamamoto Sasarari terus rutin membangun komunikasi dengan Dinkes Yalimo terkait dengan penanganan kasus tersebut, sedangkan pekan depan tim akan turun ke Yalimo

Pada Minggu (11/3), Dinkes Yalimo menemukan dua penderita yang dicurigai DBD. Dari dua orang itu satu orang di antaranya dinyatakan positif DBD, Kabupaten Jayawijaya, sedangkan satu lainnya klinis DBD.

Pada Selasa (13/3), Dinkes Yalimo kembali menemukan dua pasien yang dicurigai terserang penyakit DBD. (***/Nidia Zuraya)

Sumber: Republika

Advertisement