Uskup Agats: Kami Mengimpikan Kampung Sehat di Asmat

Uskup Agats: Kami Mengimpikan Kampung Sehat di Asmat

Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito | LKF

Metro Merauke – Uskup Agats, Kabupaten Asmat-Papua, Mgr. Aloysius Murwito mengatakan, pasca kejadian luar biasa (KLB) campak maupun gizi buruk yang mengakibatkan puluhan anak meninggal dunia, pihak keuskupan  setempat mengimpikan adanya kampung sehat di sejumlah kampung.

Hal itu disampaikan Uskup saat ditemui Metro Merauke  di Agats beberapa hari lalu. “Kampung sehat yang kami bayangkan adalah kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi setiap hari,” ungkapnya.

Paling utama, kata Uskup, ketersediaan air bersih bagi masyarakat.  Sehingga  mereka tak menggunakan lagi  air sungai untuk kebutuhan minum maupun memasak setiap hari. Tetapi memanfaatkan air dari mata air yang bersih.

“Paling utama adalah air, karena berkaitan dengan kesehatan. Selama ini, masyarakat di kampung-kampung, selalu berpikir gampang. Mereka hanya ke sungai menyedot air. Selanjutnya membawa pulang ke rumah untuk dimasak sekaligus diminum,” ujarnya.

Padahal, lanjut Uskup, warna airnya keruh, belum lagi  agak asin. Karena sudah tercampur air laut.

Hal lain yang harus dipersiapkan lagi adalah perlunya ruang atau tempat bermain bagi anak-anak. Juga penerangan listrik dari solar sel. Selain itu, proses belajar mengajar berjalan lancar. Sehingga guru dapat memainkan peran mengajarkan manfaat hidup sehat.

“Memang untuk membangun kampung sehat, membutuhkan waktu, pikiran, tenaga maupun biaya. Namun demikian, kami dari keuskupan akan melakukan komunikasi bersama pemerintah terhadap rencana program ini,” katanya.

Nantinya, jelas Uskup, akan diambil beberapa kampung  sebagai sampel untuk kampung sehat. Jika berjalan baik, dikembangkan ke kampung lain.

“Lalu paling penting lagi adalah masyarakat  dilibatkan secara langsung dalam mempersiapkan segara sesuatu berkaitan dengan program dimaksud,” ungkapnya. (LKF)

Advertisement