Pacu Pertumbuhan Ekonomi Merauke, BI: Potensi SDA Perlu Dikembangkan

Pacu Pertumbuhan Ekonomi Merauke, BI: Potensi SDA Perlu Dikembangkan

Suasa kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Periode Februari 2018 di Merauke

Metro Merauke – Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, Fauzan mengharapkan berbagai potensi sumber daya alam lokal Merauke untuk terus  dioptimalisasikan.

Ia menyebut, Kabupaten Merauke sendiri memiliki prospek besar disektor pertanian, disamping sektor pendukung lainnya, seperti perhotelan, akomodasi dan bentuk jasa lainnya yang diketahui dapat menjadi faktor pendorong perekonomian di Merauke.

“Di Merauke tidak ada sektor pertambangan, namun lebih bergerak di pertanian. Bahkan, Merauke ditetapkan sebagai lumbung padi nasional. Kita berharap produksi padi Merauke dapat dipasarkan hingga ke daerah luar, tentu ini sangat baik,” katanya kepada wartawan disela-sela kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Periode Februari 2018 di Merauke, Selasa (13/3).

Menurutnya, kajian ekonomi dan keuangan regional yang diselenggarakan Bank Indonesia menjadi kegiatan rutin. Dimana disampaikan hasil kajian BI akan kondisi perekonomian baik secara global, nasional maupun kondisi perekonomian di Papua.

Kali ini, Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Periode Februari 2018 Provinsi Papua dilaksanakan di Merauke yang dibuka langsung Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Frans Anggawen dihadiri berbagai perwakilan bank, usur pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik serta instansi lainnya.

Deputi Kepala BI Perwakilan Provinsi Papua, Fauzan menjelaskan pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada triwulan IV 2017 mengalami penguatan dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 4,78 persen (yoy).

“Secara keseluruhan di 2017, ekonomi Papua mengalami perlambatan dibanding 2016. Regulasi izin ekspor mineral masih menjadi faktor utama penahan kinerja lapangan usaha pertambangan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja perekonomian Papua secara keseluruhan,” paparnya.

Dan diperkirakan, lanjutnya, memasuki triwulan I  2018, kinerja perekonomian Papua akan naik. Dimana optimalisasi kinerja pertambangan dan ekspor diperkirakan menjadi faktor utama pendorong perekonomian Papua.

Disisi lain, selama 2017 inflasi Papua mengalami penurunan dibanding tahun 2016. Penurunan inflasi Papua terutama disebabkan oleh turunnya kelompok inti dan kelompok volatile food.

Berdasarkan hasil kajian dan memperhatikan berbagai isu terkini, BI memberikan rekomendasi yang dapat menjadi salah satu referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi Papua. Seperti, kinerja sektor ekonomi perlu lebih dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan Papua akan sektor pertambangan. Termasuk upaya pengendalian inflasi. (Nuryani)

Advertisement