Masyarakat Marind Kecewa Sikap Bupati Merauke

Masyarakat Marind Kecewa Sikap Bupati Merauke

Masyarakat adat Marind tengah melakukan pertemuan

Metro Merauke – Masyarakat adat Marind kecewa terhadap sikap Bupati Merauke, Papua, Frederikus Gebze yang meminta setiap sengketa tanah ulayat diselesaikan melalui jalur hukum, termasuk tanah di bandara Mopah, Merauke.

Ketua tim Tanah Bandara, H Waros Gebze mengatakan, pernyataan bupati Merauke keliru dan terkesan keputusan sepihak. Tidak melindungi masyarakat adat, khususnya orang Marind.

Ia menyesalkan sikap itu, karena pemerintah akan membayar jika memiliki keputusan pengadilan. Padahal dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua mengamanatkan mengenai semua tanah ulayat di Papua dan harus mendapat perhatian.

“Kalau seperti ini sama saja tidak menghargai adat,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/03).

Kata dia, sebelumnya bupati Merauke menyatakan bersedia memfasilitasi penyelesaian tanah bandara. Ketika pemilik ulayat mengggelar demo damai beberapa waktu lalu, bupati berjanji akan mengirim tim ke Jakarta membahas masalah itu bersama.

“Tapi sampai hari ini tindak ada tindak lanjutnya. Kami anggap ada kebohongan publik. Beliau (bupati) berkewajiban mengantar orang Imbuti bahas masalah ini di pusat,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan penasihat tim tanah bandara, Ignasius Ndiken dan Ketua LMA Marind Imbuti, Xaverius Bavo Gebze.

Keduanya menilai, pernyataan bupati itu justru membingungkan masyarakat. Terlebih tanah itu diklaim milik masyarakat adat dan belum pernah dipindah tangankan.

“Itu tanah kami sendiri, kenapa harus didorong ke pengadilan. Kami yang punya dan kami yang harus gugat. Ini belum pernah diperjual belikan,” ucap Bavo Gebze.

Masyarakat berharap bupati dapat mengambil keputusan tepat untuk menjawab masalah hak ulayat masyarakat adat itu.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze kepada belum lama ini mengatakan, masyarakat yang merasa ada masalah dengan tanah bandara dan menuntut pemerintah, silahkan mengajukan gugatan ke pengadilan. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement