Aroma Intelektual Dalam Terasi Wakin

Aroma Intelektual Dalam Terasi Wakin

Kelompok Usaha Udang Wakin tengah memanfaatkan alat pacing bantuan Pemda Merauke untuk pengepakan terasi sebelum dipasarkan

Metro Merauke – Sebagian rambutnya mulai memutih. Menandakan usai pria itu tidak lagi mudah. Namun semangatnya mengais rezeki demi pendidikan anak-anaknya tak pernah surut.

Abraham Leonale, warga Gudang Arang, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke Papua yang lahir 1964 lalu tetap tekun menggeluti pembuatan terasi, usaha rumahan warisan keluarganya.

Ia tahu bagaimana memanfaatkan kekayaan laut Merauke yang melimpah. Melirik peluang pasar. Permintaan terasi di pasaran yang tak ada matinya ia manfaatkan mengais rezeki.

Dari usaha inilah ia menggantungkan masa depan lima orang anaknya. Generasi penerusnya ia besarkan dan sekolahkan dari usaha pembuatan terasi melalui kelompok usaha Udang Wakin.

Salah seorangnya anaknya telah berhasil menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi di luar daerah. Intelektual dari hasil usaha pembuatan terasi.

Dari waktu ke waktu, produksi terasi lokal Merauke yang digarap kelompok usaha Udang Wakin, semakin dikenal masyarakat luas.

“Kami memberdayakan keluarga dan warga sekitar. Yang membedakan terasi ini, bahan bakunya dari bahan terbaik, asli udang Merauke,” kata Laonela, Jumat (09/03).

Dalam proses pembuatan terasi Wakin, salah satu hal yang paling dijaga adalah kualitas bahan baku. Bahan baku menjadi penting untuk menghasilkan terasi yang berbeda dengan produk olahan lainnya.

Usaha Udang Wakin menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Merauke. Belum lama ini, pemerintah memberikan bantuan alat peking terasi untuk membantu proses pengemasan.

“Saya bercita-cita hasil terasi Merauke dengan kualitas terbaik, mampu bersaing dengan produk lainnya di Indonesia,” ujarnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement