Inflasi di Merauke Tertinggi Kedua Nasional

Inflasi di Merauke Tertinggi Kedua Nasional

Kepala BPS provinsi Papua, Simon Sapari bersama stafnya

Metro Merauke – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan Kabupaten Merauke Papua menempati urutan kedua inflasi tertinggi nasional setelah Kota Jayapura.

Kepala BPS provinsi Papua Simon Sapari mengatakan, berdasarkan hasil pantauan pihaknya menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru, hasil SBH 2012 di Kota Jayapura, Februari 2018 terjadi inflasi sebesar 1,05 persen atau kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 130,28 medio Januari 2018 menjadi 131,65 pada Februari 2018

Sedangkan Kabupaten Merauke, Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,90 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 134,91 medio Januari 2018 menjadi 136,12 pada Februari 2018.

“Secara umum IHK dari 82 kota tercatat 65 kota mengalami inflasi. Kota Jayapura menempati urutan pertama tingkat nasional dan tingkat Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua). Merauke menempati urutan kedua ditingkat nasional dan tingkat Sulampua,” kata Sapari, Kamis (01/03).

Katanya, inflasi di Kota Jayapura disebabkan kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu bahan makanan sebesar 0,35 persen, makanan, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,49 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen.

Kemudian sandang sebesar 0,00 persen, kesehatan sebesar 0,21 persen, transportasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,52 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,17 persen.

Untuk Kabupaten Merauke lanjut dia, kenaikan harga barang dan jasa ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu bahan makanan sebesar 2,85 persen, sandang sebesar 0,03 persen, kesehatan sebesar 0,04 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,79 persen

Menurutnya faktor pendorong inflasi di Kota Jayapura, Februari 2018 adalah kenaikan harga signifikan beberapa komoditi antara lain angkutan udara, ikan ekor kuning, cabe rawit, ikan momar, daging ayam ras dan lainnya.

“Beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, bawang putih, kangkung, ikan bubara, tomat sayur dan lainnya,” ucapnya.

Untuk Kabupaten Merauke, faktor pendorong inflasi Februari ini karena kenaikan harga beberapa komoditi antara lain ikan mujair, beras, minyak goreng, cabe rawit, cabe merah dan lainnya.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga di Merauke antara lain angkutan udara, udang basah, kacang panjang, kubis, bayam dan lainnya. (Arjuna/Redaksi)

Advertisement