Anggota DPR RI Diterima Secara Adat Oleh Masyarakat Lamaholot

Anggota DPR RI Diterima Secara Adat Oleh Masyarakat Lamaholot

Anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah saat diterima masyarakat Lamaholot

Metro Merauke – Anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah diterima secara adat oleh masyarakat tungku Lamaholot yang ada di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (22/02).

Penerimaan secara adat Ketua Flobamora Provinsi Papua itu ditandai dengan pemberian sirih-pinang, rokok, tuak, dan selendang sebagai simbol tradisi orang Lamaholot.

Hal ini dilakukan lantaran Sulaeman merupakan bagian dari masyarakat Lamaholot. Ia lahir dan besar di Kampung Lewotolok, Ileape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prosesi penerimaan secara adat dilakukan salah seorang sesepuh Lamaholot, Hendrikus Wato disaksikan ratusan masyarakat di kediaman Ketua Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Kabupaten Merauke, Paulus Peka Hayon.

Dalam sambutannya, Sulaeman berterimakasih kepada masyarakat Lamaholot, karena sudah meluangkan waktu bertemu dengannya dan berdialog langsung.

“Berulang kali saya datang ke Merauke, baru kali ini bertemu masyarakat Lamaholot. Banyak kegiatan yang harus saya lakukan, terutama berdialog dengan masyarakat dari kampung ke kampung,” kata Sulaeman.

“Meski kita jarang bertemu langsung seperti ini, namun hati dan pikiran selalu ada bersama keluarga Lamaholot,” ujarnya.

Sulaeman berharap masyarakat Lamaholot di Kabupaten Merauke, bersatu dan bergandengan tangan bersama, ikut membangun daerah itu ke depan agar lebih baik.

Ketua IKL Kabupaten Merauke, Paulus Peka Hayon mengatakan, selain di kota, masyarakat Lamaholot juga menempati lokasi eks transmigrasi misalnya SP-3, SP-7, Erom dan beberapa daerah lain.

“Data sementara yang kami miliki, jumlah masyarakat Lamaholot sebanyak 300 lebih kepala keluarga. Jumlah itu akan terus bertambah setelah pendataan selesai dilakukan,” ucap Paulus Peka Hayon.

Ia berterimakasih kepada Sulaeman Hamzah, karena meski memiliki berbagai kesibukan, menyempatkan diri menemui masyarakat Lamaholot untuk berdialog.

“Kami bangga, bapa (bapak) bisa hadir di tengah keluarga sendiri,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement