KPU Papua Diadukan Kuasa Hukum Paslon Cagub ke Bawaslu

KPU Papua Diadukan Kuasa Hukum Paslon Cagub ke Bawaslu

Tim kuasa hukum cagub-cawagub Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal saat akan mengadukan KPU Papua ke Bawaslu Papua, Rabu (22/02).

Metro Merauke – Tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) gubenur-wakil guberur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal (LukMen) mengadukan KPU Papua ke Bawaslu Papua, Rabu (22/02), lantaran dianggap tidak teliti melakukan verifikasi berkas administrasi calon.

Salah satu kuasa hukum LukMen, Yance Salambauw mengatakan, berdasarkan dokumen yang dimiliki pihaknya, dan seharusnya diketahui juga oleh KPU, ada salah satu calon mestinya tidak memenuhi syarat.

“Kami menempuh proses sengketa pemilihan untuk mendapat kebenaran. Kami melihat berbagai aspek,” katanya usai membuat pengaduan.

Menurut dia, pihaknya ingin KPU terbuka mengenai syarat calon. Pengadu menilai, ada kejanggalan dalam verifikasi syarat calon, namun belum dapat ia sampaikan karena ada hal yang perlu dilengkapi.

“Kami tidak melihat ijazah secara spesifik, tapi dalam rangkaiannya. Saya belum bisa menyampaikan poin-poin yang kami adukan sebagai keberatan. Tidak hanya satu poin. Nanti tanyakan saja kepada Bawaslu,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu Papua, Anugrah Pata membenarkan adanya aduan itu. Namun ia belum tahu isi aduan, lantaran yang menerima pengadu adalah staf Bawaslu.

Ketika pengadu ke Bawaslu mengadukan KPU, ketua dan dua komisioner Bawaslu sedang berada di luar kantor. Anugrah ketika itu, menghadiri undangan rapat dari pansus pilgub DPR Papua.

“Saya hanya dapat informasi dari staf. Mekanismenya, kalau ada pihak mengadu, tidak langsung diterima, dilihat dulu. Kalau tidak memenuhi syarat, diberi waktu tiga hari untuk melengkapi. Sepertinya keberatan terkait penetapan paslon oleh KPU,” kata Anugrah. (Redaksi/Arjuna)

Advertisement