KPU Serahkan Berkas Keaslian Bakal Paslon Cagub ke DPRP

KPU Serahkan Berkas Keaslian Bakal Paslon Cagub ke DPRP

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi (kiri) menyerahkan berkas keaslian bakal pasangan calon kepada Ketua DPR Papua, Yunus Wonda di DPR Papua, Selasa (13/02/2018)

Metro Merauke – KPU Papua menyerahkan berkas keaslian bakal pasangan calon (paslon) calon gubernur-wakil gubernur yang akan diverifikasi Majelis Rakyat Papua (MRP), kepada DPR Papua, Selasa (13/02).

Ketua KPU Papua, Adam Arisoi sebelum penyerahan mengatakan, proses tahapan panjang telah dilalui KPU Papua, DPRP, dan MRP. Senin (12/02/2018) malam, KPU serta MRP sepakat menunda penetapan tujuh hari ke depan, untuk memberikan kesempatan kepada lembaga kultur orang asli Papua memverifikasi keaslian bakal calon.

“Dengan demikian, apa yang selama ini kita anak Papua perdebatkan sudah berakhir,” kata Adam.

Menurutnya, meski itu berkas terbataas, namun ada tambahan berkas baru yang diserahkan pihaknya itu, yakni B1KWK, surat pernyataannya, daftar riwayat hidup dan KTP bakal calon, serta jadwal tahapan.

“Harapnya segera diproses, dan itu pasti karena semua pihak sudah berkomitmen. Kami merevisi jadwal dengan memasukkan pemaparan visi dan misi calon yang akan dilakukan di DPRP,” ujarnya.

Namun, pemaparan visi misi itu, tidak masuk dalam jadwal nasional, tapi diselipkan pada tahapan masa kampanye. Setelah KPU menerima hasil verifikasi MRP, akan dilakukan penepatan calon, 20 Juni 2018, dan dilanjutkan pencabutan nomor urut, 21 Juni 2018.

“Setelah itu deklarasi pilkada damai, pemaparan visi misi dan kampanye. Kami sudah koordinasi dengan DPRP,” ucapnya.

Ketua DPRP, Yunus Wonda mengatakan, penyerahan berkas itu menandai berakhirnya polemik pimilihan gubernur (pilgub) Papua. Ini menandakan semua  pihak mendukung terlaksananya pilgub Papua sesuai jadwal. Yang perlu dilakukan kini semua pihak saling mendukung satu sama lain.

“Polemik verifikasi keaslian dalam pilgub sudah berakhir hari ini. Kami DPRP berada di belakang KPU mendorong semua tahapan. Rabu (14/02/2018), berkas ini akan kami serahkan ke Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk diverifikasi,” kata Wonda usai penyerahan berkas.

MRP lanjut dia, akan melakukan tugasnya sesuai mekasime. Setelah MRP memverifikasi berkas itu, akan dikembalikan ke DPR Papua, dan pihak dewan yang akan menyerahkan ke KPU Papua.

“Mengenai berapa lama, apakah satu hari, dua hari, satu jam dua jam, itu hak MRP. Tapi tak ada pegeseran pencoblosan. Sesuai agenda nasional, 27 Juni 2018,” ujarnya. (Arjuna Pademme)

Advertisement