Wakapolda Papua: Anggota BKO Jangan Asal Tembak
Hukum & Kriminal

Wakapolda Papua: Anggota BKO Jangan Asal Tembak

Ilustrasi Anggota Polri – tabloidjubi.com

Metro Merauke – Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengingatkan anggota Polri yang merupakan BKO atau personel dari wilayah lain dan diperbantukan di Papua, tidak mengeluarkan tembakan seenaknya.

Hal ini dikatakan Wakapolda Papua, Brigjen Yakobus Marjuki seeprti dilansir dari laman tabloidjubi.com terkait meninggalnya Mama Imakulata Emakeparo (55), warga Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua yang diduga terkena peluru oknum anggota Brimob, Minggu (04/02/2018).

Ia mengatakan, ketika kejadian personel Polri yang berada di lokasi, merupakan BKO yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Amole.

“Satgas Amole ini kan ada BKO-BKO dari luar Papua. Ini juga yang sudah kami antisipasi. Kami ingatkan supaya tidak mudah melakukan atau mengeluarkan tembakan,” kata Brigjen Yakobus Marjuki, Jumat (09/02/2018).

Menurutnya, terkait tertembaknya Emakeparo dari suku Kamoro, Polda Papua telah menurunkan tim melakukan penyelidikan.

“Apakah anggota kami salah atau tidak, tim yang akan melaporkan hasilnya penyelidikan. Semoga dengan hasil penyelidikan tim, dapat menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ujarnya.

Katanya, hingga kini tim yang diturunkan Polda Papua masih bekerja, dan sudah memintai keterangan berbagai pihak, termasuk personel Polri yang ada di lokasi kejadian, sehingga mendapatkan keterangan secara adil dari semua pihak.

“Kebetulan ketika itu ada pencurian. Pencuri dibawa, dia lompat, kemudian terjadi keributan dan tejadi rekoset. Kemungkinan itu rekoset karena peulurnya masih ada di kepala korban. Rekoset yang seperti itu,” katanya.

Anggota komisi I DPR Papua bidang hukum, HAM dan keamanan, Wilhelmus Pigai mempertanyakan kualitas kepolisian, pasca tertembaknya Mama Imakulata Emakeparo.

“Saya prihatin dengan situasi yang dihadapi masyarakat saya di Mimika. Saya mempertanyakan kualitas polisi sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat,” kata legislator Papua perwakilan Mimika itu.

Ia meminta Polda Papua menginvestigasi insiden penembakan di Pelabuhan Cargodokck Portsite Amamapare milik PT Freeport Indonesia di Distrik Mimika Timur Jauh itu.

“Apakah sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian atau tidak. Kalau sudah sesuai SOP, mungkin dapat diterima, tapi kalau tidak ini kategori pelanggaran HAM,” ujarnya. (*)

Sumber: tabloidjubi.com

Penulis: Arjuna Pademme

Post Comment