Pembangunan di RSUD Jayapura Tinggalkan Utang Ratusan Miliar

Pembangunan di RSUD Jayapura Tinggalkan Utang Ratusan Miliar

Gedung instalasi rawat jalan di RSUD Dok II Jayapura yang diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, Jumat (09/02)

Metro Merauke – Pembangunan gedung instalasi rawat jalan di RSUD Dok II Jayapura yang diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, Jumat (09/02) masih menyisahkan utang senilai Rp102 miliar.

Ketua Komisi V DPR Papua (DPRP) yang membidangi kesehatan, Yan Permenas Mandenas mengatakan, hal itu diketahui pihaknya saat rapat dengan beberapa mitra komisinya, termasuk manajemen RSUD Dok II, Kamis (08/02).

“Hingga manajemen RSUD Dok II masih berutang kepada pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan gedung instalasi rawat jalan yang diresmikan itu,” kata Yan Mandenas, Jumat (09/02).

Menurutnya, Komisi V DPR Papua meminta pihak RSUD Dok II segera menyelesaikan utang terkait pembangunan gedung empat lantai yang memiliki 20 ruangan klinik dan helipad itu, dalam waktu dekat.

Kata Yan, selain pembangunan gedung yang masih menyisakan utang, laporan direktur RSUD Dok II juga menyebut, ada tagihan fiktif yang dimasukkan kepada manajemen rumah sakit.

“Kami sudah minta direktur tidak boleh mentoleransi dan menandatangani tagihan itu. Kami ingin manajemen rumah sakit meminta tandatangan pihak ketiga terhadap pekerjaan fiktif itu. Kalau tidak, silahkan direkomendasikan kepada kejaksaan untuk diusut,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya mendorong penyelesaian berbagai masalah di RSUD Dok II di antaranya miminta manajemen rumah sakit, dalam lima bulan ke depan merenovasi total Unit Gawat Darurat (UG), dan membehani instalasi air bersih dalam area rumah sakit.

“Masalah air bersih ini bukan kesalahan PDAM, PDAM hanya menyambung hingga ke bak sentral di rumah sakit. Instalasi distribusi air dalam internal rumah sakit tangggungjawab manajemen. Tapi selama ini, kesalah itu mereka lempar ke luar. Seharusnya mereka yang menyelesaikannya,” ucapnya.

Saat peresmian gedung instalasi rawat jalan RSUD Jayapura, Kepala Divisi Gedung II, PT PP, pihak yang mengerjakan pembangunan gedung, Yudi dalam laporannya mengatakan, proyek itu tercepat di seluruh Indonesia. Hanya butuh waktu empat bulan menyelesaikannya dengan nilai kontrak awal Rp156 miliar, dan nilai kontrak addendum Rp149 miliar.

“PT  PP sebagai rekanan pembangunan, masih bertanggung jawab menjaga dan merawat gedung selama enam bulan ke depan,” kata Yudi. (Arjun P)

Advertisement