Komisi V DPR Papua Temukan Carut Marutnya RSUD Dok II Jayapura

Komisi V DPR Papua Temukan Carut Marutnya RSUD Dok II Jayapura

Metro Merauke – Komisi V DPR Papua menemukan berbagai masalah (carut marut)nya kondisi ke RSUD Dok II Jayapura, ketika komisi bidang kesehatan tersebut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit milik Pemprov Papua itu, Jumat (02/02).

Masalah yang ditemukan Ketua Komisi V DPR Papua, Yan Mandenas, wakil ketua komisi, Maria Duwitau serta dua anggota komisinya, Frits Tobo Wakasu, dan Pieter Kwano, tidak hanya terkait air bersih, yang mengalir hanya sekali dalam dua pekan.

Ada juga masalah kamar mandi, dan wastafel di IGD RSUD yang tidak berfungsi. AC (air conditioner) dalam ruangan perawatan IGD, juga tidak berfungsi, menyebabkan pasien dan keluarganya mengeluh suhu ruangan yang panas.

Di gedung baru RSUD Jayapura, terutama dalam ruang patologi klinik, ruang hematologi, urinalisasi, imunologi belum ada fasilitas meja kursi baru. Lemari pendingin di ruangan itu juga sudah lama dan tidak memenuhi standar.

“Sudah ratusan miliar dana dianggarkan untuk rumah sakit ini, tapi kondisinya masih tetap begini,” kata Yan Mandenas saat meninjau ruangan IGD RSUD Jayapura.

Menurutnya, Desember 2017 tim akreditasi telah melakukan survei di RSUD Jayapura. Untuk itu pihaknya ingin memastikan apa yang sudah diusulkan dalam APBD tahun anggaran 2018, dan apa yang belum.

“Ternyata ada yang sudah dicover di dalam usulan tambahan, ada juga beberapa yang belum tercover usulan tambahan, untuk memenuhi syarat akreditasi,” ujarnya.

Kata Yan Mandenas, usulan dana tambahan berkisar Rp30 miliar. Pihaknya sudah membicarakannya dengan ketua DPR Papua, supaya didorong anggaran tambahan dengan menggunakan izin prinsip.

“Saya pikir badan anggaran DPR Papua pasti sepakat. Yang penting ada pembenahan dan Komisi V akan berkonsentrasi penuh membenahi RSUD Jayapura. Saya sudah minta kepada managemen, supaya dalam anggaran tambahan tahun ini, meminta pembenahan IGD, terutama fasilitas ruangan agar memenuhi syarat,” ucapnya.

Komisi V juga meminta wakil direktur RSUD Jayapura, bersama konsultan menghitung ulang dan membuat perencanaan pengajuan. Pihaknya akan meminta dipresentasikan nantinya.

“Menganai air bersih, kami akan rapat khusus dengan PDAM, wali Kota Jayapura dan RSUD Jayapura. Kami akan minta melibatkan polisi mengawasi ini. Kendalanya dimana, rumah sakit tidak bisa air bersihnya seperti ini,” katanya.

Pihaknya berharap, manajemen RSUD Jayapura melakukan MoU dengan PDAM Jayapura, agar rumah sakit itu menjadi prioritas dalam penyediaan air bersih. Jika tidak, perlu solusi lain seperti menyediakan tanki air atau membeli mobil tanki air untuk menyediakan kebutuhan air bersih.

Pelaksana tugas Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai mengatakan, tahun ini pihaknya terbentur anggaran untuk memperbaiki fasilitas di semua ruangan rumah sakit, termasuk air bersih, AC dan lainnya.

“Kami lihat rencana kerja dan anggaran (RKA) dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) tahun ini, tidak memungkinkan menyelesaikan semua ini. Dananya tidak cukup,” kata Giyai.

Ia mencontohkan, anggaran pemeliharaan AC, hanya berkisar Rp100 juta. Nominal ini dinilai tidak mencukupi, untuk semua unit yang ada. Meski pihaknya sempat merevisi anggaran, namun tidak dimungkinkan lagi, karena dalam aplikasi Bappeda dan keuangan sudah diikuti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (Arjun)

Advertisement

Ketua Komisi V DPR Papua, Yan Mandenas saat berbincang dengan pelaksana tugas Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai ketika melakukan sidak di RSUD Dok II, Jumat (02/02)