Pemerintah Bangun Bandara Baru di Raja Ampat

Pemerintah Bangun Bandara Baru di Raja Ampat

Lokasi wisata Rajaampat | National Geographic

Metro Merauke – Pemerintah akan membangun bandar udara baru di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi udara dari dan menuju daerah wisata terkenal tersebut. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan bandara baru akan dibangun di wilayah Misol.

“Pemerintah daerah setempat sudah memulai proses pematangan lahan di kawasan tersebut,” katanya di Manokwari, Rabu (31/1).

Ia menyebutkan, pekan lalu dirinya bersama sejumlah bupati menghadiri pertemuan dengan Menteri Perhubungan di Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pengembangan empat bandara yakni Raja Ampat, Manokwari, Fakfak, dan Manokwari Selatan.

“Terkait Raja Ampat, Bandara Marinda di Waisai sudah sulit dikembangkan. Bisa, tapi membutuhkan anggaran besar, karena tidak mungkin memangkas gunung di dekat Marinda,” kata Dominggus.

Meski dibangun bandara baru di Misol, Bandara Marinda akan tetap difungsikan untuk melayani penerbangan pesawat berbadan kecil. Sementara, penerbangan pesawat besar akan diarahkan ke Misol.

Menurut gubernur, Pemkab Raja Ampat telah mulai pematangan lahan seluas 3.000 meter persegi. Penambahan pun siap dilakukan untuk lahan seluas 1.000 meter persegi.

Mandacan menjelaskan, pembangunan bandara besar di Raja Ampat dilakukan untuk mendukung program pariwisata di daerah itu. Ia menginginkan, jumlah pengunjung ke Raja Ampat terus meningkat.

“Ke depan, kami harapkan ada penerbangan langsung dari Jakarta, Manado, Bali atau Batam ke Raja Ampat. Kemudahan akses ini tentu bisa menyedot kehadiran turis,” sebutnya lagi.

Terkait rencana pengembangan sejumlah bandara ini, lanjutnya, Kementerian Perhubungan akan mengutus tim ke daerah. Mereka akan melakukan kajian kelayakan lahan dan hal-hal terkait keselamatan penerbangan.

“Banyak yang sudah kami bahas bersama Menteri Perhubungan. Pelan-pelan kami bangun infrastruktur perhubungan di Papua Barat dan sejauh ini koordinasi daerah dan pusat berjalan baik,” ujarnya. (***/Nidia Zuraya)

Sumber: Republika/Antara

Advertisement