Masih Dipercaya, Ternyata 5 Mitos Luar Angkasa Ini Hoax

Masih Dipercaya, Ternyata 5 Mitos Luar Angkasa Ini Hoax

Moon and Antelao | via: buzzfeed.com

Metro Merauke – Pernahkah kamu berpikir bagaimana rasanya berada di luar angkasa? Atau mungkinkah suatu hari nanti manusia dapat menjelajahi luar angkasa seperti yang ada di film science fiction?

Luar angkasa memang banyak menyimpan mitos dan misteri yang belum terpecahkan. Sebagian dari cerita-cerita itu ternyata hanyalah mitos belaka. Berikut lima mitos luar angkasa yang perlu kamu tahu.

Manusia Bisa Beku di Luar Angkasa
Manusia bisa beku di luar angkasa hanyalah mitos yang ada di film-film. Faktanya, kamu akan merasakan kepanasan terlebih dahulu menggelembung seperti balon. Itu karena panas di dalam tubuh kamu tidak dapat berpindah.

Hal itu dapat terjadi karena di luar angkasa tidak terdapat udara (hampa), jadi panas di dalam tubuh kamu tidak tersalurkan dan yang ada kamu justru akan makin kepanasan terpapar sinar matahari dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Bulan Punya Area Gelap

Bisa disaksikan pada 31 Januari 2018, inilah sederet fakta gerhana bulan total yang harus kamu tahu | Ilustrasi: vox.com

Mitos mengenai Bulan punya area gelap adalah mitos belaka yang dikarang-karang. Karena kamu bisa melihat sendiri bulan dengan jelas saat purnama kalau Bulan memang memiliki noda-noda hitam. Faktanya, noda hitam tersebut sebenarnya sisi terjauh Bulan yang tidak terpapar sinar matahari karena rotasi antara Bumi dan Bulan yang terjadi.

Matahari Berwarna Kuning

Ilustrasi matahari | kingofwallpapers.com

Jika kamu pernah mewarnai Matahari dengan warna kuning sewaktu kecil maka kamu salah besar. Warna asli Matahari adalah putih. Itu karena atmosfer yang ada di Bumi. Yang aslinya Matahari berwarna putih, menjadi terlihat berwarna kuning.

Terbang Melalui Asteroid Berbahaya

Ilustrasi asteroid kembar | Foto: Mirror

Mitos yang satu ini pasti kamu sering melihat di film-film sci-fi yang berada di luar angkasa yang terbang di sekumpulan asteroid yang berbahaya. Padahal sebenarnya jika kamu terbang di antara sekumpulan asteroid, kamu tidak akan menyadarinya sama sekali karena menurut sains asteroid sebenarnya tidaklah padat. Jadi, kamu tidak akan menyadari kalau kamu sedang terbang di antara kumpulan asteroid.

Merkurius Planet Terpanas

Planet Merkurius Akan Transit di Matahari | Liputan6

Kamu pasti berpikir Merkurius merupakan planet terpanas di Galaksi Bima Sakti karena jaraknya paling dekat dengan Matahari. Jika ya, kamu salah besar. Fakta sebenarnya adalah Merkurius tidak memiliki atmosfer sehingga panas yang diterima dari matahari akan langsung terpantul.

Sementara Venus menjadi planet terdekat kedua yang memiliki atmosfer yang dipenuhi dengan kandungan zat karbon dioksida membuat pancaran gelombang panas yang masuk ke planet ini menjadi terperangkap yang menyebabkan permukaan planet ini menjadi sangat panas. (Yulia Yulee)

Sumber: Liputan6

Advertisement