KLB di Asmat, Mendikbud Kaji Penerapan Program Gizi Anak Sekolah

KLB di Asmat, Mendikbud Kaji Penerapan Program Gizi Anak Sekolah

Foto: Mendikbud Muhadjir Effendy | Usman Hadi/detikcom

Metro Merauke – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut ada Program Gizi Anak Sekolah (Progas) untuk meningkatkan gizi para siswa. Namun, program itu masih dilakukan di sejumlah daerah saja.

“Kita punya program yang berkaitan dengan gizi, namanya Progas, Program Gizi Anak Sekolah. Hanya memang ini tidak komprehensif. Jadi kita hanya melihat beberapa daerah yang punya kasus gizi rendah dan itu memang bukan tanggung jawab dari Kemendikbud,” kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Terkait adanya kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua, Muhadjir mengatakan akan meninjau lebih dahulu apakah Progas harus diterapkan di sana. Saat ini, program itu baru diterapkan di NTT dan Maluku.

“Untuk di Kabupaten Asmat hanya 2 distrik dan 10 SD, 10 SMP yang ada. Sebagian besar Progas itu kita berikan di NTT dan Maluku. NTT ada 4 kabupaten, Maluku ada 3 kabupaten. Karena itu, nanti kita akan tinjau kembali Progas itu mungkin kalau memang Asmat lebih membutuhkan akan kita alihkan,” ucapnya.

Selain soal gizi, Muhadjir juga akan melakukan kampanye sadar pentingnya imunisasi di Asmat maupun daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) lainnya. Ia mengaku akan mengajak anak-anak di daerah 3T untuk bersekolah dengan memberi makanan tambahan.

“Tidak hanya di Asmat. Semua wilayah-wilayah yang terkategori 3T hal-hal semacam itu masih sangat dikesampingkan, di nomor duakan. Jadi memang perlu ada sosialisasi kampanye besar-besaran dan juga pemerintah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat betapa pentingnya program imunisasi, meningkatkan kebersihan, kesadaan gizi sehat dan seterusnya,” ujar Muhadjir.

“Progas itu karena anak-anak di beberapa daerah untuk mendatangi sekolah pancingannya masih diajak makan. Ayo kita makan, dipancing baru masuk sekolah dan tentu saja menuntut kesadaran masyarakat, terutama orang tua agar mulai memahami pentingnya pendidikan,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menyebut akan melakukan pelatihan hidup bersih bagi para perempuan di Asmat. Menurutnya, jika para ibu bisa menjaga kebersihan, maka dapat mengurangi risiko penyakit bagi anak-anaknya.

“Kami juga melakukan nanti pelatihan bagi perempuan, yang simpel-simpel. Bagaimana bisa cuci tangan yang bersih, bisa mengurus anak-anak, bisa masak dengan keunggulan lokal yang ada di tempat itu, bagaimana mereka bisa gunakan untuk memperhatikan anak-anak. Yang penting mereka juga sebagai ibu harus gizi baik sehingga anak-anak itu juga harus mendapat perhatian khusus terutama gizinya juga baik,” ujar Yohana.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut ada 71 orang yang meninggal terkait kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat. Selain itu, ia menyatakan ada 13.300 orang yang diberi imunisasi untuk mencegah penyakit semakin menular. (haf/gbr)

Sumber: Detik

Advertisement