Ketika Neymar Tak Jadi Bantu Lawan untuk Kembali Berdiri…

Ketika Neymar Tak Jadi Bantu Lawan untuk Kembali Berdiri…

Para pemain Paris Saint-Germain merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Rennes pada laga semifinal Piala Liga Perancis, Selasa (30/1) | AFP/Loic Venance

Metro Merauke – Paris Saint-Germain ( PSG) menuai hasil manis dengan melaju ke final Piala Liga Perancis pada Rabu (31/1).

Tim asuhan Unai Emery menang atas tuan rumah Rennes 3-2.

Pada laga itu, tiga gol kemenangan PSG dicetak oleh dua bek mereka, Thomas Meunier (24′) dan Marquinhos (53′), ditambah satu gol dari gelandang serang Giovani Lo Celso (58′).

Sementara itu, tiga penyerang mereka, yakni Neymar, Angel Di Maria, dan Kylian Mbappe, tetap berkontribusi besar dalam terjadinya tiga gol tersebut.

Tak mencetak gol dan tetap bermain apik, tetapi lini serang Le Parisiens tercoreng dengan kartu merah yang diterima Mbappe.

Selain kartu merah tersebut, tingkah Neymar pada bek sayap Rennes, Hamari Traore, turut menjadi sorotan.

Hal itu terjadi pada menit akhir laga babak kedua. Neymar melanggar Traore yang berujung dikeluarkannya kartu kuning untuk pemain asal Brasil itu.

Melihat Traore masih terduduk di lapangan, pesepak bola termahal dunia itu mengulurkan tangan untuk membantu lawannya bangun.

Hanya, ia tak jadi membantu Traore, seolah cuma memberi “tipuan” hendak memberi pertolongan, dan tersenyum lebar meninggalkan Traore.

Dianggap memprovokasi, Neymar membantah tuduhan itu.

“Saya bermain sepak bola dan lebih banyak pemain yang memprovokasi saya,” ucap Neymar membela diri, dikutip BolaSport.com dari laman Goal.

“Pada akhir pertandingan, saya sering melakukan candaan. Saya tahu bakal berakhir dengan kontroversi,” ujarnya.

“Saya selalu tertawa dan bercanda dengan teman saya, lalu kenapa tidak saat dengan lawan?” katanya lagi. (Dimas Wahyu Indrajaya)

Sumber: Kompas

Advertisement