Ritual Warga NU Garut Menyambut Gerhana Bulan Total
Nasional

Ritual Warga NU Garut Menyambut Gerhana Bulan Total

Di kawasan Amerika Serikat 15 April waktu setempat gerhana terjadi selama 5 jam 43 menit, namun hanya bisa dilihat sekitar 3 jam 35 menit | Lipuatan6

Metro Merauke – Menjelang datangnya fenomena alam Gerhana Bulan Total (GBT) atau Supermoon, pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Garut, Jawa Barat, menyerukan ritual khusus untuk menyambut salah satu fenomena alat terbesar di awal tahun 2018 tersebut.

“Yang paling utama tentu kita mengajak jemaah untuk salat sunat gerhana,” ujar KH Lukmanul Hakim, salah satu pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Garut, Senin (29/1).

Datangnya fenomena alam gerhana bulan, kata dia, harus disikapi positif seluruh muslim dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Perbanyak zikir dan istigfar untuk mengingat Allah,” kata dia.

Aceng Rohmat, salah satu dai muda NU, menambahkan kala Gerhana Bulan Total, jemaah diimbau meningkatkan kualitas ibadah melalui ritual ibadah sunat. Hal lain yang selalu dilakukan warga Nahdliyin saat gerhana bulan, yakni bersedekah membagi-bagikan makanan secara gratis bagi masyarakat sekitar.

“Mau buat nasi tumpeng, prasmanan, silakan yang enak-enak, silakan, sebab dengan sedekah dapat menjauhkan diri dari bahaya,” kata dia.

Dalam kebiasaan tradisi warga NU, sedekah yang diberikan beragam mulai makanan, minuman, hingga hidangan nikmat lainnya yang bisa dinikmati masyarakat sekitar.

“Yang memiliki kelebihan rizki silakan, saatnya berbagi,” katanya.

Seperti diketahui, fenomena Gerhana Bulan Total bakal menghiasi langit Indonesia, Rabu (31/1) bertepatan dengan 14 Jumadil Ula 1439 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin, mengatakan Gerhana Bulan Total akan terjadi mulai pukul 18.48 WIB.

Puncak gerhana akan terjadi pukul 20.29.49 WIB, dan akhir gerhana pukul 22.11.11 WIB.

Untuk itu, warga muslim diharapkan melakukan salat sunnah gerhana bulan secara berjemaah, termasuk memperbanyak zikir, istigfar, sedekah, dan amal baik lainnya.

Peristiwa gerhana bulan total ini merupakan fenomena langka yang tidak boleh dilewatkan. Warga Indonesia bisa melihat bulan meskipun dengan posisi berbeda di tiap wilayah. (Jayadi Supriadin)

Sumber: Liputan6

Post Comment