Petani Merauke Tak Mampu Membeli Pupuk non-Subsidi

Petani Merauke Tak Mampu Membeli Pupuk non-Subsidi

Marzuki di lahan pertaniannya di Kampung Sidomulyo

Metro Merauke – Salah seorang petani di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua, Marzuki (45) mengatakan, karena harganya yang mahal, membuat pihaknya tak mampu membeli pupuk non-subsidi.

“Selama ini, kami hanya dengar kalau ada pupuk non subsidi dijual. Hanya saja, harganya sangat mahal dibandingkan pupuk subsidi,” ujar Marzuki kepada Metro Merauke, Jumat (26/1).

Menurutnya, meskipun belum pernah membeli pupuk non-subsidi, namun dari penuturan beberapa petani lain, harganya hingga ratusan ribu rupiah, untuk satu karung pupuk.

“Kami selalu mengalami kesulitan saat akan mendapatkan pupuk subsidi. Bagaimana mungkin kami mau dapat, ketika datang ke pengecer, jawabannya pupuk sudah habis,” katanya.

Katanya, hampir setiap tahun terjadi saat musim tanam, terjadi kelangkaan pupuk. Padahal pihaknya sudah membuka lahan dalam skala besar.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Edy Santoso mengakui harga pupuk non-subsidi terbilang mahal, berkisar Rp7.000/kg.

“Memang kami selalu antisipasi, dengan menyediakan pupuk non-subsidi, Itu dengan tujuan  mengantisipasi kelangkaan pupuk subsidi,” kata Edy. (LKF/Arjuna)

Advertisement