Pengawasan Lemah, Kapal Aset Pemkab Merauke Mangkrak

Pengawasan Lemah, Kapal Aset Pemkab Merauke Mangkrak

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Benny Latumahina

Metro Merauke – Wakil Ketua II, DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Benny Latumahina menilai, mangkrak (terbengkalai)nya kapal milik Pemkab Merauke di Ambon, Provinsi Maluku, disebabkan lemahnya pengawasan terhadap pihak ketiga yang mengelola aset daerah itu.

Menurutnya, kesalahan ada pada surat perjanjian kerjasama kedua pihak, lemahnya pengawasan Pemkab Merauke, memantau dan mengontrol semua aset yang dikerjasamakan.

Ia mengatakan, kini KM. Lady Mariana, KM. Muli Anim, Tongkang BBM 100, dan Yelmasu 100 rusak dan tak dapat dioperasikan lagi. PT Pelayaran Musamus, sebagai pengelola tidak melakukan pemeliharaan dan perawatan.

“Dampaknya, jelas merugikan Pemkab Merauke, semua yang disepakati dalam kerjasama tidak berjalan sebagaimana mestinya, kondisi kapal tidak dapat beroperasi,” katanya, Kamis (25/01).

Terkait KM. Ohan 9 yang juga merupakan aset Pemkab Merauke lanjut Benny, masih menunggu hasil keputusan, karena sedang ditangani Polda Papua

“Tidak gampang mengelola aset yang nilai investasinya besar. Harus didukung pengelolaan managemen yang baik, termasuk fungsi kontrol dan pengawasan,” ucapnya.

Namun pihak dewan menyatakan mendukung rencana Pemkab Merauke menghapus aset tersebut. Namun, sebelum itu dilakukan, hak dan kewajiban kedua pihak dari kerjasama tersebut, harus diselesaikan.

“Pemutihan akan sangat membantu dalam penyajian neraca. Ini berkaitan dengan laporan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP). Kami sangat mendukung dan menyetujui penghapusan aset,” ujarnya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement