Tak Hanya Beras, Ini 10 Pangan Pokok Lokal Berkarbohidrat Tinggi

Tak Hanya Beras, Ini 10 Pangan Pokok Lokal Berkarbohidrat Tinggi

Sukun | Daily Mail

Metro Merauke – Kebiasaan mengonsumsi nasi putih cukup terasa berat bagi masyarakat saat harga beras naik. Padahal, Indonesia memiliki pangan lokal lain yang merupakan sumber karbohidrat.

Untuk itu, kebiasaan makan nasi dan sugesti hanya nasilah yang menjadi sumber energi harus diubah. Masih banyak makanan lain yang bisa menjadi sumber karbohidrat. Tidak percaya? Berikut 10 pangan lokal yang dapat Anda jadikan sebagai pengganti beras.

1. Sukun
Tanaman ini masih gampang ditemukan dan dikenal oleh masyarakat. Pangan yang kaya karbohidrat dan protein ini punya kalori rendah dan sangat mengenyangkan sampai-sampai ada yang menyebutnya buah roti.

Sukun mengandung asam aminso esensial yang tak diproduksi tubuh manusia. Apabila sudah dibuat dalam bentuk tepung, nilai gizinya setara dengan beras.

2. Jagung
Jagung masih menjadi makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Flores, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumba. Biasanya, jagung tua dipipil untuk kemudian diolah menjadi nasi jagung sebagai pengganti beras.

Jagung mengandung asam folat yang sangat berguna untuk tubuh. Selain itu, kandungan serat jagung juga sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi ketimbang beras yang kebanyakan merupakan rafinasi karena kulit arinya telah dibuang.

3. Singkong
Meski tren mengonsumsi singkong kembali naik daun, kebanyakan orang menikmati singkong sebagai camilan. Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, bahkan dijadikan tepung.

Singkong memiliki kandungan energi yang cukup tinggi sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Di samping itu, indeks glikemiks (ig) singkong termasuk rendah sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Pati singkong juga tak mengandung gluten sehingga cocok dikonsumsi penderita autis.

4. Gembili
Sekilas, bentuknya mirip dengan ubi rambat dan rasanya lebih manis daripada ubi madu. Pangan ini pernah populer di Gunung Kidul karena mudah ditemukan di sana.

Umbi gembili saat dikukus atau direbus, rasanya sangat gurih, empuk, dan enak. Umbinya tahan disimpan cukup lama, bisa sampai 3 bulan di tempat terbuka. Gembili tidak beracun seperti gadung dan tak gatal seperti talas.

5. Talas
Tanaman ini sangat familiar di Jawa. Pangan ini merupakan sumber karbohidrat yang kaya nutrisi dan mudah dicerna. Tanaman ini mudah tumbuh di tempat berair sehingga dapat ditanam di pinggir selokan, pinggir empang, pematang sawah, atau pinggir kali.

6. Ubi jalar
Umbi yang satu ini memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya vitamin, dan mineral. Pangan ini relatif tahan lama dan jika disimpan lebih lama, rasanya akan semakin manis.

Kandungan karbohidrat ubi jalar amat tinggi. Selain itu, juga terdapat kandungan beta karoten, vitamin A, C, dan B6 sehingga baik dikonsumsi penderita diabetes dan maag. Di Papua, makanan ini menjadi bahan pangan pokok.

7. Kentang
Kentang dapat diolah menjadi banyak jenis makanan, seperti donat, kroket, atau perkedel. Bahkan, cukup direbus pun kentang dapat menjadi salah satu pengganti nasi yang baik.

Tambahan lagi, makanan ini merupakan sumber karbohidrat yang tinggi. Kandungan pati yang dimilikinya membuat Anda merasa kenyang serta menjadi sumber tenaga. Tak heran, sebagian orang dapat menahan lapar hingga siang setelah sarapan hanya dengan kentang.

8. Sagu
Banyak ditemui di Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimatan Barat, Mentawai, Kepulauan Riau-Lingga, dan Sumatera, pangan ini diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu.

Saat ini, sekitar 30% masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok sebagai makanan sehari-harinya, 50% menggunakan menu sagu dan umbi-umbian, sedangkan sisanya sudah beralih ke beras.

9. Ganyong
Tanaman yang banyak dijumpai di Jawa Tengah ini memiliki rasa dan tekstur serupa ubi jalar. Di Indonesia, dikenal dua varietas yaitu ganyong merah dan ganyong putih.

Ganyong cukup potensial sebagai sumber karbohidrat. Umbinya yang dewasa dapat diolah terlebih dahulu dengan diambil patinya, sementara umbinya yang muda dapat dikonsumsi dengan cara dibakar atau direbus.

10. Labu kuning
Tanaman ini memiliki kandungan beta karoten dan serat kasar yang tinggi. Tepungnya memiliki aroma khas dan dapat diolah jadi berbagai macam makanan.

Malahan, dari kandungan gizi, tepung labu kuning memiliki keunggulan daripada tepung terigu dan tepung beras. Tepung ini sangat baik untuk meningkatkan nilai gizi terlebih pada anak-anak. (Sulung Lahitani Mardinata)

Sumber: Liputan6

Advertisement