Pascabanjir di Waan, Seorang Balita Meninggal

Pascabanjir di Waan, Seorang Balita Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Adolf J Y Bolang

Metro Merauke – Seorang balita berusia dua tahun di Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua, meninggal dunia, Jumat (12/1), pascabanjir rob atau pasangnya air laut yang menggenangi permukiman masyarakat sejumlah kampung di wilayah itu, beberapa pekan lalu.

Balita pasangan Ibrahim dan Filomina bernama Rosalia itu, menghembuskan nafas terakhirnya, diduga karena menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Salah satu warga Waan, Edmundus Tanamuya mengatakan, sebelum meninggal, Rosalia dan keluarganya mengalami demam, dan nyawa korban tidak tertolong.

“Korban telah dikebumikan, Sabtu (13/1). Sampai sekarang masih ada sejumlah warga yang sakit. Beberapa hari terakhir, SD YPPK Waan belum aktif karena sebagian besar siswanya sakit,” katanya kepada Metro Merauke, Senin (15/1).

Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Adolf J Y Bolang mengatakan, informasi dari tim medis di Waan, meninggalnya Rosalia dimungkinkan karena ISPA.

“Kami sudah melakukan pengecekan, informasi dari kepala Puskesmas Waan, balita yang meninggal diduga menderita ISPA disertai gangguan gizi, dan orang tuanya terlambat membawanya berobat,” ucap Bolang.

Untuk mengantisipasi berbagai penyakit pascabanjir di Waan, petugas kesehatan gencar turun ke beberapa kampung di antaranya Kampung Kladar, Tor dan Sabon, untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement