Reptil Purba Ini Diberi Nama “Terkubur Banjir”

Reptil Purba Ini Diberi Nama “Terkubur Banjir”

Ilustrasi Diluvicursor pickeringi | Kompas

Metro Merauke – Fosil dinosaurus kembali ditemukan. Kali ini, fosil yang ditemukan cukup unik karena hanya seukuran kalkun.

Uniknya lagi, dinosaurus ini diklaim belum pernah ditemukan sebelumnya. Usia fosil ini diperkirakan 113 juta tahun dan merupakan hewan pemakan tumbuhan.

Fosil yang diberi nama Diluvicursor pickeringi tersebut menunjukkan betapa beragamnya dinosaurus herbivora berkaki dua atau yang sering disebut ornithopoda. Selain itu, fosil ini juga memberitahu kita tentang dinosaurus apa saja yang tinggal di antara Australia dan Antartika.

“Kerangka dari dinosaurus asal Australia ini sangat langka,” ungkap Matthew Herne, ahli paleontologi sekaligus pemimpin penelitian ini dikutip dari CNN, Kamis (11/01).

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Peer J tersebut menjelaskan bahwa belum diketahui apa yang menyebabkan dinosaurus ini terkubur. Tapi Herne berspekulasi bahwa ia terkubur saat ada banjir di sungai.

Sebenarnya, fosil ini ditemukan sejak 2005 oleh George Caspar. Fosil ini terkubur jauh didasar sungai bersama dengan tumpukan batang kayu, dahan, dan tunggul pohon.

Nama Diluvicursor pickeringi berarti “dinosaurus yang terkubur banjir milik Pickering”. Nama ini juga diberikan untuk menghormati David Pickering, seorang ahli paleontologi Australia yang sangat dihormati dan meninggal pada 2016.

Herne mengatakan bahwa lokasi penemuan fosil ini merupakan sungai yang besar dan berarus deras. Dinosaurus ini sepertinya melintasi sungai tersebut sebelum terjebak dan terkubur banjir.

“Bangkai dari Diluvicursor pickeringi ini tampaknya terjebak dalam tumpukan kayu di dasar sungai,” kata Herne dikutip dari Mirror, Kamis (11/01).

“Beberapa kumpulan batang kayu yang besar menunjukkan bahwa telah terjadi banjir di sungai sekitar hutan yang lebat,” sambungnya.

Lokasi penemuan kerangka reptil ini adalah di Cape Otway, negara bagian Victoria, Australia Timur. Menurut perkiraan, dinosaurus ini memiliki panjang sekitar 2,2 meter termasuk ekornya.

Dinosaurus ini juga adalah seekor pelari, ini dibuktikan dengan tulang kakinya yang panjang.

Herne menjelaskan bahwa dinosaurus yang ditelitinya ini memiliki kekerabatan dengan Leaellynasaura (dinosaurus kadal herbivora berukuran kecil).

Meski keduanya memiliki tubuh yang kecil, berjalan dengan dua kaki, dan sama-sama memakan rumput, tapi mereka adalah dua spesies berbeda. Leaellynasaura memiliki ekor yang snagat panjang, sedangkan D. pickeringi memiliki ekor yang lebih pendek. (Resa Eka Ayu Sartika)

Sumber: Kompas/CNN/Mirror

Advertisement