Satpol PP Merauke Kekurangan Penyidik

Satpol PP Merauke Kekurangan Penyidik

Ilustrasi salah seorang warga yang menjual miras dan membayar denda usai sidang di PN Merauke

Metro Merauke – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Merauke, Papua kini hanya memiliki tiga orang penyidik. Jumlah itu tidak sedibanding banyaknya kasus yang ditangani, termasuk dalam mengawal dan menindak pelanggar peraturan daerah (Perda)

Salah seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Satpol PP Merauke, Evanu H Pasaribu mengatakan, pihaknya butuh penambahan penyidik.

“Apalagi dua PPNS lainnyam Pak Dicky Awera dan Agus Susanto mempunyai jabatan di Satpol PP Merauke, sehingga banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Saya lebih banyak menangani kasus, termasuk sampai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Merauke,” katanya kepada Metro Merauke, Jumat (12/1).

Pemkab Merauke diharap dapat menambah PPNS di Satpol PP, dengan pertimbangan luas wilayah, jumlah penduduk, dan banyaknya Perda yang harus dikawal.

Persyaratan menjadi PPNS kata dia, harus berpendidikan strata satu (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Namun kedepan, diutamakan yang berlatar belakang sarjana hukum.

“Selain itu, minimal dua tahun telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menunjukkan bukti SK CPNS maupun SK PNS. Selanjutnya, menjalani pendidikan selama 1,6 bulan di Pusat Pendidikan Reserse Kriminal (Pusdikreskrim),” ujarnya.

Katanya, ini adalah pendidikan berstandard nasional yang harus diikuti setiap orang, ketika hendak menjadi penyidik PPNS. (LKF/Arjuna)

Advertisement