Kasus KDRT di Merauke Meningkat pada 2017

Kasus KDRT di Merauke Meningkat pada 2017

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Merauke, Papua, Yosephita Aron

Metro Merauke – Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Merauke, Papua, Yosephita Aron mengatakan, jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada 2017, mengalami peningkatan dibandingkan 2016.

Menurutnya, data Januari-Oktober 2017 mencatat, sebanyak 138 kasus KDRT di Merauke. Ini belum termasuk kasus pada November hingga Desember 2017.

“Kami masih merampungkan sisa dua bulan lainnya,” kata Yosephita kepada Metro Merauke di kantornya, Senin (8/1).

Katanya, dari ratusan kasus itu, selain kekerasan fisik terhadap istri dan penganiayaan terhadap anak, penelantaran anak maupun istri oleh suami, juga pemaksaan terhadap istri  untuk berhubungan badan.

Khusus penelantaran anak lanjut dia, kebanyakan karena orang tua telah memiliki wanitia idaman lain (WIL) maupun pria idaman lain (PIL), sehingga berdampak terhadap kasih sayang kepada anak.

Dikatakan, pihaknya dapat mencatat terjadi ratusan kasus KDRT, berdasarkan pengaduan warga kepada pihaknya. Kini warga mengatahui kemana mereka harus mengadu, lantaran sosialisasi rutin yang dilakukan di wilayah kota hingga kampung.

“Begitu ada pengaduan, kami langsung mendapatkan informasi dari korbannya. Setelah itu memanggil suaminya untuk mendengar keterangan. Jika suami-istri telah didengar keterangannya, akan dipertemukan kembali, untuk dicarikan solusi penyelesaian,” ujarnya.

Katanya, jika upaya penyelesaian yang dilakukan pihaknya tidak berhasil, akan dilanjutkan kepada kepolisian, untuk mencari solusi dan dibuat surat pernyataan tertulis.

“Umumnya kami bisa memediasi sendiri, dan mempersatukan kembali keluarga itu. Namun, setelah ada perdamaian, konseling tetap dilakukan secara kontinyu,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement