Warga Beberapa Kampung di Distrik Waan Terancam Krisis Pangan

Warga Beberapa Kampung di Distrik Waan Terancam Krisis Pangan

Ilustrasi masyarakat di Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua - tabloidjubi.com

Metro Merauke – Warga beberapa kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua terancam krisis pangan.

Kondisi ini disebabkan banjir rob, akibat naiknya permukaan air laut, yang sudah empat hari menggenangi permukiman, dan lahan perkebunan warga yang ditanami umbi-umbian.

Pemerintah Kabupaten Merauke diharapkan, segera menyalurkan bantuan makanan untuk warga yang terdampak banjir di beberapa kampung di Distrik Waan.

Mantan anggota DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan mengatakan, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Hampir setiap tahun, Distrik Waan langganan banjir, akibat naiknya air laut. Pemerintah perlu mengantisipasi, untuk dapat meringankan kebutuhan warga.

“Warga di Distrik Waan pada umumnya, tinggal di rumah panggung, sehingga air tidak sampai masuk rumah mereka,” ucapnya kepada Metro Merauke via telepon selulernya, Sabtu (6/1).

Namun katanya, area perkebunan warga yang ditanami umbi-umbian terendam air, dan warga butuh bantuan makanan.

“Apa yang dialami warga di Waan sudah saya laporkan ke instansi terkait, dengan harapan dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Menurutnya, daerah yang mengalami genangan air paling parah adalah Kampung Kladar dan Sabon. Informasi terakhir, Sabtu (7/1), air pasang naik setinggi dada orang dewasa. Air pasang disertai angin kencang dari laut, membuat tanaman penduduk terendam.

“Kami berharap bantuan bahan makanan segera tersalurkan, supaya warga tidak mengalami krisis pangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merauke, Thyasoni Betaubun mengatakan, pihaknya masih mendata menyeluruh jumlah warga yang menjadi korban banjir di Distrik Waan.

“BPBD siap bergerak, termasuk melakukan distribusi bantuan bahan pangan, namun kami perlu kepastian data,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement