Seorang Suami Diduga Menikam Istrinya Hingga Meninggal

Seorang Suami Diduga Menikam Istrinya Hingga Meninggal

Ilustrasi - IST

Metro Merauke – Seorang wanita di Jalan Natuna, Kelurahan Karang Indah, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, Agusta Basik-Basik (30) ditemukan meninggal dunia dalam rumahnya, Rabu (3/1), dengan belasan luka tusukan.

Diduga korban meninggal dunia akibat dibunuh suaminya sendiri, R beberapa hari sebelum ditemukan. Hasil visum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke menyimpulkan, terdapat sebelas luka tusukan benda tajam di tubuh korban.

Empat luka di bagian punggung belakang, satu di paha belakang, satu di seputaran payudara, dua luka di perut yang menyebabkan usur korban terburai, dan luka tusukan di bagian paha atas dan bawah.

Kasat Reskrim Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muchsit Sefian kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/1) mengatakan, awalnya ada laporan masyarakat ke Polres, ada bau tak sedap dari salah satu rumah di Jalan Natuna, yang mengganggu warga sekitar. Kepolisian kemudian mendatangi lokasi, Rabu 3 Januari 2017 sekitar pukul 19.00 WIT.

“Memang ada aroma yang sangat mengganggu, sehingga anggota membongkar pintu dan masuk ke dalam. Setelah dilakukan pencarian, tidak ditemukan sumber bau. Anggota kemudian mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci,” ujarnya.

Menurutnya, saat pintu terbuka, korban ditemukan dengan posisi telungkup, tak bernyawa. Bagian kepalanya sudah berbentuk tengkorak, diduga dimakan ulat.

“Kemungkinan besar, sudah empat hingga lima hari korban dibunuh. Kami juga menemukan dua bantal kepala dalam kamar mandi bersama pakaian. Kami amankan untuk alat bukti,” katanya.

Katanya, dua saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini. Salah satunya, anak kandung korban yang berusia tujuh tahun. Keterangan anak korban, ia sempat melihat mulut ibunya dibekap mulutnya dan dibawa ke dalam kamar mandi.

“Sebelumnya, saksi (anak korban) juga sempat melihat dari mulut mamanya keluar air sirih pinang, sebelum korban dikuci di kamar mandi. Namun, kesimpulan sementara polisi, itu bukan air sirih pinang, tetapi darah,” ucapnya.

Ia mengatakan, anak korban sempat bertanya kepada ayahnya, mengapa korban dikunci di kamar mandi. Ayahnya menjawab jika korban sedang buang air besar.

“Terduga pelaku R telah menghilang dan sedang dalam pengejaran. Kami sudah mengidentifikasi keberadaan pelaku, dan dalam waktu dekat akan dilakukan penangkapan untuk proses hukum,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement