Mencoreng Institusi, Belasan Anggota Polda Papua Dipecat

Mencoreng Institusi, Belasan Anggota Polda Papua Dipecat

Ilustrasi anggota Polri di jajaran Polda Papua

Metro Merauke – Selama 2017, sebanyak 16 orang anggota Polda Papua dipecat, dikenakan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), lantaran mencoreng nama baik institusi.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, tindakan belasan anggota Polri di lingkup Polda Papua yang mencoreng institusi, yakni melakukan tindakan kriminal, meninggalkan tugas bertahun-tahun, dan tindakan lainnya.

“Namun, dibanding 2016, pada 2017, pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota kepolisian di jajaran Polda Papua mengalami penurunan,” kata Boy Rafli Amar belum lama ini.

Menurutnya, pada 2016, sebanyak 353 kasus pelanggaran disiplin oleh anggota Polda Papua. Jumlah ini berkurang pada 2017, hanya 197 kasus.

“Dapat dikatakan, tingkat kedisiplinan personel mulai mambaik. Pemberian sanksi kode etik, maupun pelanggaran pidana, berkurang pada 2017 dibanding 2016,” ujarnya.

Katanya, 2017, kasus kode etik berkurang satu kasus dari 49. Kasus pidana berkurang dua kasus dari 37 kasus pada 2016. Polda Papua tidak hanya menjatuhi sanksi kepada anggota yang melanggar kode etik, dan melakukan pelanggaran pidana, namun memberikan penghargaan kepada anggota yang disiplinnya baik, mengungkap kasus, menjadi teladan, melakukan trobosan dan inovasi di jajaran Polda Papua.

“Ada 293 personil yang kami berikan penghargaan pada 2017, karena dedikasi mereka dalam memberikan yang terbaik untuk pelayanan publik, maupun institusi,” ucapnya. (Arj)

Advertisement