Tahan Motor Raja, Polres Fakfak Diserang Warga

Tahan Motor Raja, Polres Fakfak Diserang Warga

Kendaraan operasional Polres Fakfak jadi korban amuk warga | Radar Sorong/Rico L

Metro Merauke – Sekitar 60 orang yang diduga warga dari Kampung Werpigan Fakfak Barat, Fakfak, Papua Barat menyerang kantor Satuan Lalu Lintas Polres Fakfak, Selasa (2/1) sore.

Akibatnya, sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi milik anggota Satlantas Polres Fakfak mengalami rusak berat.

Insiden penyerangan kantor Satlantas Polres Fakfak berawal dari salah satu motor yang dikendarai tokoh masyarakat Kampung Werpigan, Syahril Bay yang merupakan Raja Petuanan Ati Ati, ditahan anggota Satlantas Polres Fakfak karena diduga melakukan pelanggaran lalulintas.

Tak terima motornya ditahan, Syahril Bay kembali ke kampungnya. Tak berapa lama kemudian, warga Kampung Werpigan mendatangi kantor Satlantas Polres Fakfak.

Dengan menggunakan tiga kendaraan roda empat, warga kampung yang tiba di kantor Satlantas, menemukan salah satu anggota yang sedang tugas piket. Kepada anggota piket Lantas tersebut, massa yang dipimpin Syahril Bay, langsung menanyakan salah satu anggota Satlantas yang menahan motor yang dikendarai Syahril Bay.

Namun, anggota yang dicari tidak berada di kantor Satlantas. Mengetahui hal tersebut, kemarahan warga memuncak hingga akhirnya nekat melakukan perusakan kaca kantor Satlantas, serta merusak empat mobil Patwal Satlantas dan beberapa kendaraan pribadi milik anggota Satlantas.

Usai melakukan perusakan, warga langsung meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke kampungnya. Akibat kejadian perusakan tersebut, kerugiaan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolres Fakfak, AKBP Seddy Faurry Willy maupun Kasat Lantas Polres Fakfak, Iptu Fredy Soplanit yang coba dikonfirmasi Radar Sorong, enggan berkomentar. Namun, berdasarkan informasi, pihak Polres Fakfak sedang melakukan pencarian terhadap aktor di balik kejadian penyerangan dan perusakan tersebut. (ric)

Sumber: JPNN

Advertisement