Petugas Gagalkan Pengiriman Peluru Ilegal ke Jayapura

Petugas Gagalkan Pengiriman Peluru Ilegal ke Jayapura

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto | Republika/Arif Satrio N

Metro Merauke – Petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin menggagalkan pengiriman puluhan butir peluru dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Jayapura, Papua pada Sabtu (30/12) lalu. Sebanyak 97 butir peluru tersebut berupaya dikirim oleh seseorang melalui kargo Bandara Sultan Hasanuddin. Amunisi tersebut pun segera didalami oleh kepolisian.

“Itu masih diselidiki (Polda Sulawesi Selatan) kerjasama dengan Polda Papua,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Selasa (2/1) malam.

Setyo memastikan, amunis tersebut terbukti ilegal. Hal ini karena tidak ada izin baik antara pengirim dan penerima. “Harus ada izin untuk punya senpi dan amunisinya apalagi sipil yang tidak berhak. Kecuali dapat izin dari kepolisian,” ujarnya.

Identitas pengirim dan penerima sendiri sudah diketahui polisi dan saat ini masih ditelusuri. Namun, jenis amunisi tersebut masih belum diketahui secara rinci. Kepolisian juga belum bisa memastikan memastikan adanya keterkaitan pengiriman tersebut dengan kelompok separatis KKB di Papua.

Kendati demikian, dipastikan identitas pengirim dan penerima asli. “Belum jelas (keterkaitan dengan KKB). Tapi identitas sudah ketahuan, alamatnya, orangnya,” ungkap Setyo.

Sebelumnya, pengiriman paket amunisi ini digagalkan setelah melewati pemindaian sinar x pada kargo bandara. Saat dipindai, paket yang tertulis berisikan dokumen, pakaian, dan mainan ini terselip butiran amunisi, sepasang sandal, dan gunting. Paket itu awalnya akan dikirim menggunakan pesawat Lion Air JT 0798 tujuan Jayapura pada 1 Januari 2018. Pengirimnya atas nama AR dari Makassar dan ditujukan ke Jalan Nimborang, Jayapura, Papua. (Arif Satrio Nugroho)

Sumber: Republika

Advertisement