Kemenkeu Akan Kejar Ketertinggalan di Maluku dan Papua

Kemenkeu Akan Kejar Ketertinggalan di Maluku dan Papua

Ilustrasi | Foto: Shutterstock

Metro Merauke – Badan Pusat Statistik telah merilis data jumlah penduduk miskin menurut pulau berdasarkan bulan September 2017. Persentase tertinggi berada di Pulau Maluku dan Papua sebesar 21,23%.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Menteri Keuangan Budiarso Teguh Widodo menyatakan Papua, Papua Barat, dan Maluku merupakan penyumbang penduduk miskin tertinggi.

Oleh sebab itu pemerintah tengah fokus menurunkan kemiskinan di daerah tersebut. Di mana pemerintah telah memberikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp81,7 triliun. Di mana Papua mendapatkan anggaran sebesar Rp59,5 triliun, sedangkan Maluku sebesar Rp22,2 triliun.

“Itu jauh lebih besar ketimbang di Sulawesi, Kalimantan NTT, NTB, dan Bali. Kalimantan hanya Rp77,7 triliun,” jelasnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1).

Lanjutnya, angka Rp81,7 triliun tersebut juga bahkan belum termasuk dari anggaran otonomi khusus yang setara 2%, dana bagi hasil (DBH) dan DTI. Ia menjelaskan yang perlu ditingkatkan dari ketiga daerah tersebut adalah efektifitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Sebetulnya alokasi anggarannya itu jauh lebih besar tapi belum diikuti sistem penggunaan efektifitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di ke-3 provinsi tersebut, sehingga mungkin perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyatakan Kemenkeu saat ini tengah mengatur formula untuk dana desa. Di mana desa dengan jumlah penduduk paling banyak dan memiliki indeks kemiskinan yang tinggi akan mendapatkan dana desa yang jauh lebih besar.

Selain itu, kata dia, Presiden Joko Widodo tengah fokus membangun daerah-daerah terpencil seperti pembangunan infrastruktur. Namun menurutnya, ketertinggalan Maluku dan Papua tersebut belum juga mampu terkejar.

“Tapi memang Maluku dan Papua, ini ketertinggalannya sudah cukup lama. 3 tahun ini Presiden memang belum mampu mengejar ketertinggalan ini,” pangkasnya. (rzy)

Sumber: Okezone

Advertisement