Reaksi Jokowi Ketika Muhaimin Ingin Jadi Cawapres Pendampingnya

Reaksi Jokowi Ketika Muhaimin Ingin Jadi Cawapres Pendampingnya

Presiden Jokowi berbincang dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (tengah) dan Menteri BUMN Rini Soemarno saat menjajal kereta bandara menuju Stasiun Sudirman Baru, Selasa (2/1)| Liputan6.com/Pool/Kurniawan

Metro Merauke – Presiden Joko Widodo atau Jokowi angkat bicara mengenai isu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, ingin maju menjadi calon Wakil Presiden 2019. Jokowi, mengapresiasi jika pria yang karib disapa Cak Imin itu ingin menjadi calon presiden.

“Bagus, bagus, bagus,” ujar Jokowi di Jakarta, Selasa (2/1).

Jokowi juga mengapresiasi niat Muhaimin yang ingin menjadi calon wakil presiden yang mendampinginya di Pilpres 2018.

“Bagus,” tutur Jokowi.

Muhaimin sendiri mengaku jika dirinya digadang-gadang menjadi calon wakil presiden. Namun, dia masih akan melihat perkembangan hingga akhir tahun ini.

“Saya merespons seluruh aspirasi, di mana-mana pada menginginkan saya maju di wapres. Kita lihat waktu, karena pilpres masih lama. Kita butuh waktu, tapi gairah ini terus dilanjutkan terus direspons silakan lihat perkembangan akhir tahun,” kata Cak Imin melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/11/2017) lalu.

Ia pun mengucapkan terima kasih dan menghormati aspirasi warga yang mendukungnya maju sebagai cawapres.

“Ini memotivasi diri saya untuk terus berbuat terbaik bagi bangsa,” ujar Cak Imin.

Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyebut ketua umum partainya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, terus didorong menjadi calon wakil presiden (cawapres) 2019 mendatang.

Hal ini diakui Maman sudah muncul sebelum Revisi Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu) diketok. Menurut dia, banyak partai yang mendukung Cak Imin masuk dalam bursa cawapres 2019.

“Itu ternyata diamini oleh banyak orang, termasuk teman-teman Gerindra, Demokrat, dan sebagainya, karena kita butuh banyak pilihan nama,” ujar Maman ketika dihubungi di Jakarta, Jumat, 10 November 2017. (Putu Merta Surya Putra)

Sumber: Liputan6

Advertisement