Sepuluh Parpol Deklarasikan Dukungan untuk Lukmen Jilid II
Politik

Sepuluh Parpol Deklarasikan Dukungan untuk Lukmen Jilid II

Deklarasi 10 parpol tergabung dalam koalisi Papua Bangkit jilid II yang menyatakan dukungan untuk pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) jilid II

Metro Merauke – Sebanyak 10 partai politik (parpol) mendeklarasikan koalisi Papua Bangkit jilid II, mendukung pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Papua petahanan, Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) jilid II untuk pilgub Papua 2018 mendatang, Jumat (29/12).

Deklarasi yang berlangsung di GOR Cenderawasih APO, Kota Jayapura itu, juga dilakukan pelantikan Ketua tim kampanye Papua Bangkit jilid II dengan ketunya, Yunus Wonda.

Ketua tim koalisi Papua Bangkit jilid II, Mathius Awoitauw mengatakan, 10 parpol dengan jumlah 42 kursi DPR Papua itu, akan konsisten membangun komunikasi dan koordinasi, supaya pilgub Papua berjalan demikrasi, bukan transaksional.

“Tidak hanya untuk meraih kemenangan, tapi koalisi akan mempersembahkan, Papua bisa menyelenggarakan pilkada yang demokratis, bermartabat dan berkualitas. Tanggung jawab koalisi adalah menjaga koalisi ini tetap solid dan kompak,” kata ketua Partai NasDem Papua itu pada sesi jumpa pers usai deklarasi.

Menurut bupati Jayapura itu, koalisi mendukung sepenuhnya pasangan Lukmen jilid II, supaya dapat menyelesaikan sejumlah kebijakan unggulan yang sementara berjalan di Papua.

Kebijakan itu antara lain dibidang kesehatan, pembangunan jalan umum hingga perbatasan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional pertama kalinya di Papua.

Katanya, seluruh Koalisi akan menggelar rapat dalam beberapa hari ke depan, menentukan langkah t dalam upaya pemenangan pasangan Lukmen, termasuk rencana dan lobi politik terhadap dua parpol yang hingga kini belum menentukan dukungannya dalam pilkada Papua.

Lukas Enembe masih menjabat Gubernur Papua mengatakan, dengan dukungan 10 Parpol, tentunya akan mengurangi potensi konflik pada pilgub mendatang. Namun diharapkan, penyelenggara pemilu dan aparat keamanan dapat mensukseskan pelaksanaan pilgub yang demokratis dan independen.

“Memang di luar sana, menyatakan pilkada di Papua sangat rawan, tapi  kami yakinkan harus damai dan saya yakin semua berjalan baik,” kata Lukas

Ia yakin, tim koalisi dapat meniminalisir potensi konflik, dan proses pelaksanaannya harus mengedepankan sistem demokratis dan berkualitas, sehingga tidak membuka konflik antara kelompok masyarakat.

“Tim hukum dari provinsi maupun nasional juga akan mengawal, sehingga sekecil apapun persoalan harus diselesaikan secara damai, sehingga tidak menyebabkan korban,” ujarnya.

Meski memastikan tidak akan ada pergeseran dukungan 10 parpol, namun pihaknya masih terus melakukan pendekatan kepada PDI Perjuangan dan Gerindra, yang belum menentukan bakal calonnya.

Dikatakan, kedua partai ini tidak mungkin mengusung bakal calonnya sendiri-sendiri, karena tidak memiliki kursi yang cukup dari ketentuan sembilan kursi. PDI perjuangan hanya punya tujuh kursi di DPR Papua dan Gerindra enam kursi.

“Kecuali kedua parpol ini bersatu. Kita lihat nanti apakah dalam perjalanan keduanya atau salah satunya mau bergabung dengan kami, atau seperti apa,” ucapnya.

Sepuluh parpol yang tergabung dalam koalisi Papua Bangkit jilid II yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Lukmen jilid II yakni Demokrat, Golkar, Hanura, NasDem, PKPI, PKB, PPP, PKS, PAN, dan PBB yang tidak memiliki kursi di DPR Papua. (Arj)

Post Comment