Cerita Pembangunan Bandara di Papua, Dialog Masyarakat Pentingnya Infrastruktur

Cerita Pembangunan Bandara di Papua, Dialog Masyarakat Pentingnya Infrastruktur

Foto: Koran SINDO

Metro Merauke – Konektivitas merupakan kunci bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, percepatan pembangunan infrastuktur menjadi salah satu prioritas dari pemerintahan Jokowi-JK.

“Komoditas, konektivitas dan eco resouces, yakni optimalisasi sumberdaya lokal menjadi kunci keseimbangan dalam pembangunan,” kata Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia Bambang S Laksmono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (26/12)

Menurut Bambang kuncinya sekarang ini dalam perspektif sodial adalah, bagaimana menyeimbangkan antara konektivitas, komoditas dan sumberdaya lokal dapat lebih inklusif dan juga seimbang.

Tenaga Ahli UKP-PIP Ben Antono mengatakan, cara merangkul elemen-elemen masyarakat sekitar, lalu mengajaknya berdialog untuk memberikan pengertian arti pentingnya proyek infrastruktur menjadi kunci keberhasilan kelancaran pembangunan infrastruktur. Jadi, mesti ada kolaborasi yang efektif antara ilmuwan sosial dan juga para perancang kebijakan teknis dalam perencanaan program infrastruktur.

“Dulu, salah satu bandara di Papua masih belum dibangun di masa pemerintahan Jokowi adalah bandara Wamena, yang kemudian menjadi saksi dari keadaan nyatanya betapa keadaan waktu itu memang sangat kacau kemudian diperbaiki, kelas bandara dari segi kapasitas penumpang membuka akses ke Wamena secara lebih nyaman,” tuturnya.

Apa yang sekarang disaksikan kata dia, tidak hanya membangun tapi juga menciptakan sesuatu yang baru. Contoh lainnya Bandara DEO Lama di Sorong. Kondisi bandara yang masih berantakan itu, kemudian disulap menjadi begitu bagus. Aspek infrastrukur daerah merupakan salah satu aspek lingkungan dan keberlanjutan.

“Sektor infrastruktur adalah sektor publik yang pelik, sebenarnya ranahnya begitu luas, kompleksitas mengurusi masyarakat yang nantinya akan jadi korban juga menjadi tantangan,” ujarnya.

Masyarakat lanjut Ben, merupakan elemen penting dan subjek pembangunan. Maka pembangunan harus memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Wakil Ketua BEM UI, Yoga Prawira, menambahkan, pengukuran keberhasilan pembangunan butuh kajian dan evaluasi yang lebih menyeluruh, sehingga tidak terjadi kesenjangan, khususnya dari segi penyesuaian harga. Infrastruktur butuh kajian sosial eknomi yang perlu lebih menyeluruh.

“Dengan begitu akses transportasi yang berkeadilan itu bisa diwujudkan,” kata dia. (dni)

Sumber: Okezone

Advertisement