Mahasiswa Papua Nyaris Bentrok dengan Ormas di Malang
Peristiwa

Mahasiswa Papua Nyaris Bentrok dengan Ormas di Malang

Foto: Beritajatim

Metro Merauke – Dua massa dari organisasi mahasiswa Papua dan organisasi masyarakat kepemudaan nyaris terlibat bentrok di depan Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (19/12).

Aksi nyaris ricuh itu, karena mahasiwa Papua dianggap tidak pro NKRI dengan menuntut hak untuk menentukan nasib sendiri. Selain itu, sejumlah spanduk yang dianggap provokatif.

“Ada ormas yang tidak setuju dengan adanya Papua Merdeka. Terjadi salah paham, kita akan mengamankan dengan kita bawa ke Polres,” ujar Kabagops Polres Malang Kota, Kompol Dodot Dwianto.

Ada dua tuntutan dari mahasiswa Papua, yakni menuntut kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri karena dianggap langkah demokratis bagi Papua Barat. Serta meminta seluruh militer dari TNI dan Polri untuk ditarik dari Papua Barat.

“Kita amankan kedua ormas, mahasiswa Papua kita bawa ke Polres. Sedangkan dari ormas kita amankan di depan DPRD,” ucap Dodot.

Dodot menyebut langkah representatif diambil kepolisian karena melihat potensi ricuh antar dua kelompok. Kepolisian mencegah agar bentrok tidak terjadi lebih luas lagi.

“Kami menilai dari keamanan, karena kalau ada bentrok dan ada korban yang disalahkan polisi. Kita melihat bibit bentrok sudah ada jika tidak kita amankan, pasti ricuh,” tandas Dodot. (luc/but)

Sumber: Beritajatim

Post Comment