Tangkap Ikan Pakai Bom, Belasan Nelayan Asal Sinjai Diringkus Polisi

Tangkap Ikan Pakai Bom, Belasan Nelayan Asal Sinjai Diringkus Polisi

Ilustrasi | Foto: Antara

Metro Merauke – Personel Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Papua Barat mengamankan 14 nelayan yang diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Uisang Kabupaten Fakfak dan Teluk Arguni, Kabupaten Sorong Selatan.

Direktur Polair Polda Papua Barat Kombes Pol Giuseppe Renhard Gultom, mengatakan 14 nelayan asal Sinjai, Sulawesi Selatan, tersebut telah diamankan dan sementara menjalani pemeriksaan guna proses hukum lebih lanjut.

Dia mengatakan kapal Anugerah AS-01 berbobot 29 tonase kotor (GT) yang dipakai para nelayan Sinjai tersebut tidak memiliki satupun dokumen pelayaran.

“Barang bukti lain yang diamankan dari kapal nelayan tersebut 97 bom ikan siap ledak, kompresor, alat selam, dua karung potasium bahan baku bom ikan, dan 500 kg ikan,” ujarnya.

Dia menjelaskan para nelayan tersebut ditangkap oleh tim gabungan Direktorat Polair Polda Papua Barat dan Kapal patroli Enggano Mabes Polri di perairan Papua Barat.

Hasil pemeriksaan awal para nelayan asal Sinjai ini sudah berkali-kali melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Papua Barat. Para nelayan ini sudah menjadi target operasi Polair Polda Papua Barat sejak lama.

Menurut dia, bom ikan yang digunakan oleh para nelayan tersebut kekuatannya cukup besar. Daya ledak satu botol bom ikan kurang lebih empat meter persegi dan dapat menghancurkan terumbu karang.

Nahkoda kapal, kata dia, bernama Baharudin telah ditetapkan sebagai tersangka. ABK sedang menjalani pemeriksaan dan kemungkinan juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka terkecuali tiga orang yang masih dibawah umur.

“Nelayan tersebut akan diproses sebagaimana ketentuan pasal 84 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara, dan denda 1,2 miliar,” kata dia. (ris)

Sumber: Okezone

Advertisement