Basarnas Merauke Rakor Bersama Potensi SAR

Basarnas Merauke Rakor Bersama Potensi SAR

Asisten 1 Setda Merauke, Papua Sunarjo Membuka Kegiatan Rapat Koordinasi SAR

Metro Merauke – Basarnas Kabupaten Merauke, Papua menggelar rapat koordinasi bersama semua potensi SAR di wilayah itu, Selasa (12/12/2017).

Kepala Basarnas Merauke, Aris Sifingi mengatakan, rapat ini mengumpulkan semua potensi SAR di Merauke, sehingga terjalin sinergitas, kerjasama antara potensi untuk pelaksanaan pencarian dan pertolongan, ketika terjadi kecelakaan di darat, maupun di laut, juga potensi musibah yang mencelakakan manusia.

“Melalui rapat koordinasi pencarian dan pertolongan, kami tingkatkan kerjasama, sinergitas antara kantor pencarian dan pertolongan (SAR) Merauke dengan potensi SAR, sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan, bencana, juga kondisi membahayakan jiwa,” katanya.

Menurutnya, penanganan kecelakaan pesawat, kapal, darurat bencana dan kondisi membahayakan manusia, merupakan empat tugas pokok dan fungsi Basarnas.

Berdasarkan data, penerbangan di Merauke semakin banyak. Baik antara provinsi maupun antara kabupaten, sehingga dilakukan antisipasi potensi kecelakaan. Begitu juga kecelakaan pelayaran, termasuk para nelayan.

“Wilayah kerja yang sangat luas, meliputi tiga kabupaten yakni  Merauke, Mappi dan Boven Degoel, tidak sebanding dengan personel. Sarana prasana, belum memadai. Dibutuhkan bantuan dari potensi SAR dan semua stakeholder melakukan penanganan ketika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Asisten I Setda Merauke, Sunarjo mengajak semua peserta memberikan masukan dalam rapat ini.

Katanya, setiap orang yang tinggal di Merauke wajib mengetahui kondisi wilayah dan titik rawan, yang berpotensi terjadi musibah maupun kecelakaan.

“Dilihat dari laporan Basarnas, ada peningkatan operasi SAR setiap tahunnya dalam pencarian dan pertolongan secara umum. Baik operasi kondisi membahayakan manusia, akibat kecelakaan maupun bencana alam,” kata Sunarjo.

Menurutnya, cenderung meningkatnya kecelakaan ini harus disikapi bersama, terutama pada musim hujan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kesiapan maksimal menekan jumlah korban. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement